Ekonomi Lamban, Pemecatan Massal di Depan Mata

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 25 May 2015 17:56 WIB
tenaga kerja
Ekonomi Lamban, Pemecatan Massal di Depan Mata
Pengusaha dibayangi pemecatan massal karena ekonomi melamban. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengusaha meminta langkah konkrit pemerintah untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jikalau tidak diperbaiki, maka para pengusaha bisa memberikan sanksi berupa pemecatan secara massal terhadap karyawan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan pemerintah harus menyikapi dengan cepat perlambatan ekonomi yang terjadi. Saat ini pengusaha menginginkan pemerintah bisa mencari solusi agar perlambatan ekonomi saat ini tidak membebani pengusaha.

"Gejala perlambatan ini, pemerintah harus punya langkah cepat. Jangan sampai dibiarkan, kita enggak bisa biarkan ini, kalau didiamkan dan tidak ada koreksi khusus, maka bakal ada pemecatan massal," ungkap Suryo, ketika ditemui dalam acara "Trade & Investment Forum: East Indonesian Regions", di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Menurut Suryo, banyak perusahaan yang sudah mengurangi jumlah karyawannya karena tidak mampu bertahan di tengah ekonomi yang sedang melambat ini. Barang tidak laku dan pesanan tidak datang, alhasil karyawan bisa dipecat karena tidak ada pekerjaan yang dilakukan.

Langkah pemecatan, tambah dia, merupakan langkah terakhir yang akan dilakukan para pengusaha jika memang tidak ada cara lain. Jika perusahaan mengalami penurunan penjualan, maka perusahaan bakal mengurangi operasional produksi, pengurangan jam, dan lainnnya.

"Pabrik yang biasa kerja tiga shift, nanti akan jadi dua shift, kita turunkan. Kalau tidak untung ngapain produksi lagi, mending ditutup sekalian," tegas dia.

Dia menambahkan, fenomena perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini sangat memukul kalangan pengusaha, khususnya industri padat karya. Hal itu dikarenakan, akibat daya beli masyarakat yang turun.


(AHL)