Menteri Puan Serahkan 'Kartu Sakti' di Kalimantan Barat

K. Yudha Wirakusuma    •    Senin, 25 May 2015 18:51 WIB
kartu sakti
Menteri Puan Serahkan 'Kartu Sakti' di Kalimantan Barat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani--Antara/Anis Efizudin

Metrotvnews.com, Kubu Raya: Target jumlah penerima Program Keluarga Sejahtera adalah 16.3 juta Rumah Tangga, yang sudah termasuk buffer 500 ribu Rumah Tangga dan 340 ribu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Sementara untuk Program Indonesia Pintar, disiapkan untuk 20,3 juta Anak Usia Sekolah. Untuk Program Indonesia Sehat, disiapkan kepada 88,2 juta penduduk penerima Bantuan Iuran (PBI).

Di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang sendiri, penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebanyak 442 keluarga. Mereka akan menerima bantuan nontunai dalam bentuk simpanan sejumlah Rp200.000 per keluarga per bulan. Dana tersebut digunakan untuk keperluan yang bersifat produktif.

"Kalau uangnya tak perlu langsung diambil sekaligus, jangan khawatir itu takkan hilang. Karena masih tersimpan," jelas Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (25/5/2015).

Lalu penerima KIP sebanyak 923 orang. Pemegang KIP akan mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp450.000 per tahun per siswa untuk jenjang SD/MI; Rp750.000 per tahun per siswa untuk jenjang SMP/MTs; dan sebesar Rp1.000.000 per tahun persiswa untuk jenjang SMA/SMK/MA.

"Bantuan ini dapat dipergunakan untuk membeli kebutuhan sekolah. Buku, sepatu, alat belajar. Jangan untuk beli mainan, handphone, atau pulsa. Kalau dievaluasi ketahuan untuk beli pulsa, tahun depannya tak dapat lagi," lanjut Puan saat menghadiri acara penyerahan KKS, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kata Puan, dengan KKS, diharapkan menjadi bantuan sosial terpadu kepada masyarakat kurang mampu. Dengan KIP, diharapkan ada jaminan agar anak usia sekolah berumur enam sampai 21 tahun, dari keluarga kurang mampu, bisa berpendidikan hingga lulus setingkat SMA.

Sementara KIS menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan.

"Orang tua juga harus mengingatkan anak-anaknya soal ini. Jangan sampai tinggal kelas. Kalau tak naik kelas, tahun depannya tak dapat lagi," terangnya.

Sementara penerima KIS adalah 2.461 orang, sebagai jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh fasilitas kesehatan tingkat pertama di Puskesmas/Klinik, maupun fasilitas kesehatan tingkat lanjutan di Rumah Sakit secara berjenjang.

Puan sempat berinteraksi dengan para siswa siswi sekolah yang menerima kartu secara simbolis. Demikian juga dengan para orang tua yang menerima KKS dan KIS secara simbolis.

"Bapak, Ibu, dan anak-anak penerima kartu, saya berharap agar kartu-kartu tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT meridhoi upaya kita pada hari ini," kata Puan yang disambut tepuk tangan dan teriakan riuh warga Desa yang berkumpul di arena acara.

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat setempat seperti Gubernur Kalbar Cornelis, Bupati Kubu Raya, Anggota DPR RI Karolin Margret Natasa, dan sejumlah pejabat dari BPJS Kesehatan.

"Penyerahan kartu-kartu ini dalam rangka memberdayakan dan melindungi masyarakat kurang mampu. Perlindungan dimaksud agar masyarakat kurang mampu merasakan kehadiran negara untuk mensejahterakan mereka," tambah Puan.
(YDH)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA