Papua Tak Seperti yang Digambarkan di Media Massa

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 26 May 2015 12:54 WIB
papua
Papua Tak Seperti yang Digambarkan di Media Massa
Menkopolhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno--MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah membuka pintu bagi media asing meliput di Papua. Celakanya, mereka terkadang hanya memberitakan hal negatif yang terjadi di Bumi Cendrawasih.

"Banyak hasil pembangunan di Papua dan Papua Barat yang tidak terekspos. Banyak website yang ekspos hal negatif di Papua dan Papua Barat," kata Menkopolhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno dalam Seminar Nasional "Peluang, Tantangan, dan Hambatan atas Terbukanya Papua bagi Jurnalis Asing" di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015).

Menurut dia, kondisi di Papua tidaklah seperti yang digambarkan di media massa. Pemerintah, kata dia, juga tidak menyaring ketat wartawan yang akan meliput di wilayah paling timur Indonesia itu. Hanya, mereka harus memerhatikan beberapa hal.

"Pertama, harus utamakan kepentingan nasional. Kedua, Indonesia juga punya kedaulatan hukum dan teritorial yang harus dihormati," tekan dia.

Dia menambahkan, selama ini yang terjadi adalah beberapa media asing sedikit 'nakal' selama bertugas di Bumi Cendrawasih. Ada wartawan luar yang meliput di Papua dengan visa turis. Padahal, itu tak bisa dibenarkan.

"Sering kali kasus semacam ini dianggap pemerintah batasi wartawan asing meliput di Papua," imbuh dia.

Tedjo menerangkan, wartawan yang ingin meliput di Papua harusnya membuat permohonan izin untuk meliput di sana. Hal ini, kata dia, sudah berlaku umum di seluruh dunia.

"Di Roma pernah ada wartawan yang izin liputan kedutaan di sana. Mereka diberikan izin, cuma ternyata mau liputan dan lihat yang lain juga. Mereka oleh pemerintahan Roma akhirnya didenda," pungkas dia.

Sebelumnya Presiden Jokowi membebaskan jurnalis asing yang hendak melaksanakan tugas jurnalistik di Papua. Jurnalis tidak perlu lagi 'wajib lapor' ke Kementerian Luar Negeri.

Bagi Jokowi, segala provokasi separatisme akan sia-sia setelah jurnalis asing melihat langsung kondisi terkini di Papua. Terlebih saat ini proyek-proyek in‎frastruktur yang sekian lama menjadi rencana, mulai masuk tahap realisasi.

"Kita harus berpikir positif, harus ada saling percaya. Ini sudah lama hilang dan mau kita bangun kembali," ujarnya.


(YDH)