5 Anak Terserang DBD di Kota Bandung, 2 Anak Meninggal

Roni Kurniawan    •    Selasa, 26 May 2015 13:07 WIB
demam berdarah
5 Anak Terserang DBD di Kota Bandung, 2 Anak Meninggal
Foto: Petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)/MI_ARYA MANGGALA

Metrotvnews.com, Bandung: Dua anak meninggal setelah terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Maleer, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Kedua anak itu meninggal dalam beberapa hari terakhir.

Kedua korban DBD itu adalah Muhammad Zafran, 6,5 bulan, dan Hasan, 7 tahun. Zafran meninggal, Selasa (26/5/2015) pagi, di Rumah Sakit Umum (RSU) Pindad, Bandung. Sedangkan Hasan meninggal, Sabtu (23/5/2015), di rumah sakit yang sama.

Seorang warga Kelurahan Meleer, Edi Koswara mengatakan sudah ada lima anak yang terserang DBD dalam bulan ini. Dua anak lainnya yang sempat dirawat selama satu pekan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati, Kota Bandung, sudah dibawa pulang keluarga. Sedangkan satu anak lainnya masih dirawat di RS Muhammadiyah, Bandung.

"Minggu yang lalu kami mengusulkan untuk melakukan fogging (pengasapan) di sini setelah ada warga yang kena demam berdarah. Tapi respon dari RW sangat tidak enak. Menurut RW, fogging tidak akan menyelesaikan masalah, malahan dia bilang fogging bisa membuat jentik-jentik nyamuk," kata Edi saat ditemui wartawan di Jalan Maleer V RT 02 RW 01, Kelurahan Maleer, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/5/2015).

Hal senada diungkapkan Ketua RT 02, Gandi Sugandi. Ia mengaku diminta warga untuk segera melakukan fogging karena jumlah anak yang terserang demam berdarah terus bertambah. Namun, saat Gandi meneruskan laporan warga, Ketua RW 01 berdalih tidak ada uang kas untuk membayar fogging.

"Saya sudah lapor ke RW begitu dapat pengaduan dari warga. Tapi RW bilang sedang diproses karena untuk melakukan fogging, RW tidak mempunyai kas. Untuk fogging, kata RW, harus bayar Rp800 ribu," ujar Gandi di lokasi yang sama.

Seorang warga pun berinisiatif melaporkan hal itu ke Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Dinas Kesehatan melalui Twitter. Laporan pun segera ditanggapi.

"Kemarin pas saya dengar bu RW bilang gitu, saya langsung lapor ke Pak Wali sama Dinkes lewat twitter. Dan, Alhamdulillah langsung direspon cepat. Kemarin dari Dinkes langsung datang ke sini dan hari ini langsung ada fogging," ujar warga Maleer, Thara Tiffani, 28.


(TTD)