Jadi Tersangka, Dua Komisioner Bawaslu Datangi Polda Jatim

Amaluddin    •    Selasa, 26 May 2015 16:57 WIB
kasus korupsi
Jadi Tersangka, Dua Komisioner Bawaslu Datangi Polda Jatim
Dua komisioner Bawaslu datangi Polda Jawa Timur, Metrotvnews.com/ Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Dua komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur (Jatim) memenuhi panggilan Sub Direktorat III Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Mereka dimintai keterangan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013.

Keduanya yaitu Sri Sugeng Pudjiatmiko dan Andreas Pardede. Keduanya tiba di Mapolda Jatim sekira pukul 13.00 WIB. Seorang pengacara mendampingi kedatangan mereka.

Saat tiba, mereka langsung memasuki ruang penyidik. Tak satupun kata yang meluncur terkait dengan kasus yang menjerat keduanya.

Pemeriksaan kasus serupa pun dilakukan kemarin, 25 Mei 2015. Penyidik memeriksa tiga tersangka. Hasil pemeriksaan menetapkan satu tersangka baru yaitu Ahmad Kusaini.

"AK (Ahmad Kusaini, red) ini sama dengan IDY, juga rekanan. Mereka berdua rekanan yang mengkoordinir CV-CV dalam beberapa kegiatan Bawaslu," beber Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Tony Surya Putra.

Kasus terungkap setelah Mapolda menerima laporan dari seorang petinggi Bawaslu Jatim soal dugaan penyimpangan dana hibah pilgub 2013 sebesar Rp145 miliar. Setelah mengantongi cukup bukti, Polda Jatim akhirnya menetapkan tujuh tersangka.

Mereka yaitu Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto; Sekretaris dan Bendaharanya, Amru dan Gatot Sugeng Widodo; dua komisioner Sri Sugeng Pudjiatmiko dan Andreas Pardede; serta dua rekanan yakni Indriyono dan Ahmad Kusaini.  Dalam kasus ini, negara dirugikan Rp5,6 miliar.


(RRN)