Jaminan Pensiun Harus Dinikmati Pekerja di Masa Depan

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 27 May 2015 10:23 WIB
tenaga kerja
Jaminan Pensiun Harus Dinikmati Pekerja di Masa Depan
Ilustrasi tenaga kerja. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan penetapan besaran iuran dana jaminan pensiun harus memberikan kepastian adanya dampak positif dan manfaat bagi para pekerja di masa mendatang.

"Jaminan pensiun ini mandat Undang-Undang (UU), maka program harus berjalan. Tapi kita tekankan jangan ngasal atau sekadar menggugurkan kewajiban serta tidak boleh keluar dari hakikat untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja," tegas Hanif Dhakiri saat berbicara di Raker dengan Komisi IX DPR RI, di Senayan, Jakarta, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Hanif optimistis keputusan akhir mengenai besaran iuran jaminan pensiun bisa diselesaikan pada Mei ini karena pelaksanaan operasionalnya akan dimulai 1 Juli. Saat ini pemerintah masih merumuskan besaran iuran dana pensiun pekerja yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan.

Dia menambahkan, jaminan pensiun harus memberikan manfaat yang pasti karena hakikat dan substansi perlindungan sosial dalam UU (BPJS) adalah untuk mempertahankan derajat hidup rakyat dan masyarakat pekerja di Indonesia.

Menurut dia, ada beberapa kegunaan dengan adanya jaminan pensiun ini yaitu mengurangi beban pengusaha dalam pelaksanaan pembayaran PHK ketika pekerja memasuki usia pensiun serta mengganti penghasilan yang hilang bagi pekerja.

"Selain itu manfaat adanya program jaminan pensiun maka pengusaha dan juga pekerja dapat merencanakan biaya yang harus dialokasikan dalam program jaminan pensiun," kata Hanif.

Adapun prinsip dasar dari program jaminan pensiun adalah Asuransi Sosial/Tabungan Wajib dengan manfaat pasti (terdapat batasan minimum dan maksimum manfaat yang akan diterima). Program ini menetapkan masalah iuran minimal 15 tahun dengan batas usia pensiun minimum 56 tahun.

Dalam RPP, kata Hanif, jenis manfaat yang bisa didapatkan dalam program jaminan pensiun adalah pensiun hari tua, diterima peserta setelah pensiun sampai meninggal dunia, pensiun cacat, diterima peserta yang cacat akibat kecelakaan atau akibat penyakit sampai meninggal dunia, dan pensiun janda/duda,diterima janda/duda ahli waris peserta sampai meninggal dunia atau menikah lagi.

"Selain itu jenis manfaat yang didapatkan berdasarkan ketentuan adalah pensiun anak, diterima anak ahli waris peserta sampai mencapai 23 tahun, bekerja, atau menikah, serta pensiun orang tua, diterima orang tua ahli waris peserta lajang sampai batas waktu tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan," jelasnya.

Sedangkan bentuknya manfaat jaminan pensiun adalah dibayar secara bulanan atau berkala (masa iuran 15 tahun dan mencapai usia pensiun) dan dibayar secara tunai/lumpsum (masa iur kurang dari 15 tahun dan mencapai usia pensiun).


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA