Bekas Dirjen Migas ESDM Diperiksa Bareskrim

Githa Farahdina    •    Rabu, 27 May 2015 12:36 WIB
korupsi migas
Bekas Dirjen Migas ESDM Diperiksa Bareskrim
Bareskrim. Foto: BBC

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo dipanggil Bareskrim Polri. Dia diperiksa saksi terkait kasus dugaan pencucian uang hasil penjualan kondensat SKK Migas dan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI).

Hal ini diungkapkan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Viktor Simanjuntak. "Iya dia sudah datang, dan sekarang sedang kami periksa, saya juga ikut periksa," kata Viktor ketika dihubungi wartawan, Rabu (27/5/2015).

Bareskrim telah memeriksa 29 saksi dalam kasus ini. Tak hanya dari SKK Migas, PT TPPI, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, polisi juga telah meminta bantuan ahli.

"Dari pemerintahan sudah, BP Migas dan TPPI sudah diperiksa," tambah Viktor.

Pemeriksaan akan terus dilakukan untuk membuat kasus ini terang benderang. "Nanti akan kita lakukan pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi bukti-bukti. Karena tentu tidak bisa sekali diperiksa," ujarnya.

Kasus ini bermula pada 2009 saat SKK Migas melakukan penunjukan langsung penjualan kondensat bagian negara kepada PT TPPI. Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003.

Kasus yang diklaim Bareskrim sebagai 'mega korupsi' ini mencapai Rp2 triliun atau USD156 juta. Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak mengaku sudah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang sudah berproses penyidikan ini.


(KRI)