Usut Kasus Alkes Banten, KPK Periksa Atut dan Wawan

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 27 May 2015 12:47 WIB
alkes banten
Usut Kasus Alkes Banten, KPK Periksa Atut dan Wawan
KPK. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaery Wardana alias Wawan dipanggil KPK. Keduanya akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarana alat kesehatan (Alkes) Pemprov Banten tahun anggaran 2011-2013.

"Keduanya akan diperiksa untuk tersangka RAC (Ratu Atut Chosiyah)," kata Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2015).

Adapun Atut sudah tiba di Gedung KPK pukul 09.54 WIB dengan menumpangi mobil tahanan. Dia tiba dengan mengenakan kerudung bermotif warna-warni dan kacamata hitam.

Tampil mengenakan rompi oranye tahanan KPK, Atut bungkam. Dia tak menggubris semua pertanyaan wartawan dan langsung masuk ke Lobi KPK.

"Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas pemeriksaan penyidik," jelas Priharsa.

Adapun pasangan kakak-beradik ini merupakan tersangka kasus alkes ini. Keduanya disangkakan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang No.31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain sempat mengatakan untuk kasus korupsi alkes di Provinsi Banten, Atut diduga mengetahui adanya penggelembungan harga. Namun, sebagai gubernur, Atut diduga tidak melaksanakan pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur.

Atut diduga mendelegasikan kewenangannya terkait pengadaan barang dan jasa alkes ke level kepala dinas. Padahal, sebagai pengguna anggaran, Atut harusnya bertanggung jawab atas semua pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

"Itu sebetulnya ada sistem yang tidak dilaksanakan, sehingga di sini terjadi kerugian negara yang sedemikian dan diketahui juga uang ini kelihatannya mengalir," kata Zulkarnain beberapa waktu silam.

KPK, Zulkarnain, juga mengendus adanya pemberian commitment fee oleh pihak-pihak yang diuntungkan dalam proyek pengadaan ini. "Karena dari proses pengadaan yang tidak semestinya itu ada kickback-nya ini (fee)," pungkas dia.


(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA