Bos BCA: Ekonomi Global tak Pasti, PE Indonesia Moderat

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 27 May 2015 13:00 WIB
pertumbuhan ekonomi
Bos BCA: Ekonomi Global tak Pasti, PE Indonesia Moderat
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/PRADITA

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Djohan Emir Setijoso memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 akan berjalan moderat. Salah satu faktornya adalah ketidakpastian ekonomi global yang berkepanjangan.

"Economic outlook akan mempengaruhi kinerja perbankan nasional, di mana ketidakpastian ekonomi global yang berkepanjangan dan rendahnya harga komoditas semakin terasa di Indonesia. Juga ketidakseimbangan trade balance yang berdampak pada current account deficit," ungkap Djohan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Menyampaikan saat peresmian The UBM Premiere Classroom Universitas Bunda Mulia, Djohan mengaku bahwa pemerintah harus bisa lebih cepat merealisasikan belanjanya guna mendukung perekonomian nasional. "Tak hanya itu, dalam jangka panjang, pembangunan infrastruktur akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian," ulas Djohan.

Dalam Round Table Discussion bertema Prospek Sektor Keuangan di Indonesia 2015-2016 juga, Djohan menegaskan, fokus perbankan dalam menghadapi perlambatan ekonomi di 2015 adalah memperhatikan kualitas kredit, permodalan, dan likuiditas.

Sementara itu, ahli ekonomi BCA David E Sumual sempat mengungkapkan, target pertumbuhan kredit BCA sebesar 10-12 persen di 2015. "Fokusnya adalah di segmen berkualitas yang berisiko terukur dan memprioritaskan exsisting customer untuk menjaga kualitas sekaligus posisi likuiditas dan permodalan," jelas David.

Rektor Universitas Bunda Mulia Doddy Soerja Badjuaji pun menyebutkan, civitasnya ingin berkontribusi dalam kondisi perekonomian terkini.

"Sebagai lembaga pendidikan tinggi, kita terus mengembangkan dan memberikan yang terbaik untuk pendidikan di Indonesia dengan menghadirkan para tenaga pengajar mumpuni dan fasilitas terbaik," kata dia.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA