Indonesia-Tiongkok Bersatu Melawan Fasisme

Fajar Nugraha    •    Rabu, 27 May 2015 13:15 WIB
indonesia-tiongkok
Indonesia-Tiongkok Bersatu Melawan Fasisme
Wakil PM Liu Yandong di UI, Depok (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Depok: Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong, mengenang kembali masa Perang Dunia II. Hal ini memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara.

Liu mengingatkan kembali bahwa hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok sudah mencapai 65 tahun. Ini sejalan dengan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dan 70 tahun kemenangan dalam Perang Dunia II.

"Mengenang kembali sejarah, kendatipun bagaimana situasi internasional berubah, perdamaian dan pembangunan tetap merupakan arus zaman yang tak bisa dihalangi," sebut Wakil PM Liu, di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (27/5/2015).

Seiring dengan berkembangnya multipolar dunia dan globalisasi ekonomi, keanekaragaman budaya dan sosial tetap didorong. Hubungan Indonesia dan Tiongkok saat ini dianggap sebagai era terbaik dalam sejarah. Hubungan kedua negara juga semakin penting dan mempunyai pengaruh regional dan internasional.

"Kita tidak akan lupa, 70 tahun yang lalu, rakyat kedua negara saling bersimpati dan saling mendukung, sehingga memperoleh kemenangan dalam perang anti penjajahan dan perang anti-Fasis sedunia (Peran Dunia II) dalam proses mengupayakan kemerdekaan bangsa dan pembebasan negara," tegas Liu.

"65 Tahun lalu, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling awal menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok," jelasnya.

Wakil PM Liu juga melihat pentingnya semangat Dasa Sila Bandung. Menurutnya Dasa Sila Bandung menjadi semangat hidup untuk berdampingan dengan damai.

"Semangat Bandung menjadi harta yang berharga untuk mendirikan tata tertib internasional baru yang adil dan rasional," ucap Wakil PM Liu.
 


(FJR)