KPK Panggil Bupati Tanah Laut Terkait Kasus Adriansyah

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 27 May 2015 13:18 WIB
suap
KPK Panggil Bupati Tanah Laut Terkait Kasus Adriansyah
Ilustrasi Gedung KPK--Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah. Dia akan dimintai keterangan terkait perkara dugaan suap izin usaha pertambangan (IUP) PT Mitra Maju Sukses (PT MMS) yang sudah menjerat mantan Bupati Tanah Laut Adriansyah.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka AH (Direktur PT MSS Andrew Hidayat)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2015).

Bambang merupakan anak kandung Adriansyah. Sebagai penerusnya dan bupati Tanah Laut, Bambang diduga tahu banyak bagaimana proses perizinan itu dijalankan sang ayah. Bambang pernah diperiksa pada 5 Mei 2015.

Kuat dugaan, hari ini, Bambang bakal dimintai kesaksian soal dugaan aliran uang suap yang diterima Adriansyah. Informasi dihimpun ada aliran uang suap yang diterima Andriansyah melalui Bambang.

Priharsa belum bisa menjelaskan hal tersebut. "Yang pasti dia (Bambang) dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan," ujar dia.

Hari ini KPK juga memanggil beberapa saksi lain selain Bambang. Mereka adalah Antoeng Mas Rhoedy Erhansyah selaku Kepala Bidang Pertambangan Umum dan Perizinan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tanah Laut, Esther Suzanna Pakpahan selaku Karyawan PT MMS.

"Dua saksi lainnya adalah Muhadirin selaku Kepala Bidang Bina Marga dan Hasan Ismail selaku PNS," ujar Priharsa.

Dalam kasus ini, lembaga antikorupsi sudah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah anggota DPR Fraksi PDIP sekaligus mantan Bupati Tanah laut Adriansyah dan Direktur PT MMS Andrew Hidayat.

Saat menangkap keduanya, KPK mengamankan sejumlah uang. Fulus tersebut terdiri dari pecahan seribu dollar Singapura sebanyak 40 lembar, 485 lembar pecahan Rp100 ribu, lalu 147 lembar pecahan Rp50 ribu.

Andrew diduga memberi suap lantaran PT MMS punya usaha lain terkait tambang. Perusahaan ini juga merupakan subkontraktor yang menjalankan usaha pertambangan PT Indoasia Cemerlang yang mendapat izin usaha dari Adriansyah saat menjadi Bupati Tanah Laut pada 2009.

Sebagai subkontraktor, PT MMS berkepentingan melanjutkan usaha tambang batu bara. Namun, izin mereka hampir habis sehingga Andrew diduga mengeluarkan fulus untuk mendapat izin tambahan.

KPK menjerat Adriansyah dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Sementara, Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.


(YDH)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA