Inilah Kesepakatan yang Tercapai dalam Rakornas TPID

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 27 May 2015 13:36 WIB
inflasi
Inilah Kesepakatan yang Tercapai dalam Rakornas TPID
Gubernur BI Agus Martowardojo -- FOTO: ANTARA/PUSPA

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyampaikan di dalam pertemuan Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) disepakati bahwa apa yang sudah menjadi strategi pengendalian inflasi selama lima tahun ini akan terus dilaksanakan.

Pertama, ditargetkan oleh Bapak Presiden dan peserta Rakornas inflasi harus mencapai 4 plus minus 1 persen di akhir 2015. Dan selanjutnya diyakini di 2016-2017 juga akan diupayakan mencapai target itu. Bahkan di 2018 inflasi ditargetkan 3,5 plus minus 1 persen," ujarnya di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).

Rakornas yang langsung dipimpin oleh Presiden, juga menyepakati bahwa seluruh kementerian di pemerintah pusat akan melakukan sinergi kebijakan dengan pemerintah daerah dan BI untuk merespon secara konsisten pengendalian inflasi.

"Antara lain, diyakinkan ketersediaan daripada pasokan pangan atau komoditi utama. Dan juga diyakinkan distribusi dijalankan, diyakinkan keterjangkauan harga juga perlu dilakukan. Dan juga komunikasi yang komunikatif harus dilakukan," jelas dia.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga ditekadkan bahwa sesuai dengan tema bahwa pemerintah daerah diwajibkan bersinergi dan menindaklanjuti kegiatan infrastruktur. "Dan infrastruktur diberikan penekanan pada infrastruktur pangan, infrastruktur konektivitas, dan infrastruktur energi," sambungnya.

Khusus infrastrukur pangan, Agus menambahkan, juga dibicarakan tentang bagaimana pemerintah daerah membantu agar bisa terwujud seperti DAM, irigasi, dan juga menyediakan di APBD untuk membangun kesiapan mendukung peningkatan kinerja pangan. "Juga diarahkan adalah untuk dilakukan penyiapan anggaran untuk operasi dan stabilisasi pasar," tutur dia.

"Jadi yang kami ingin sampaikan tentang pembangunan di infrastruktur kerja sama antardaerah (agar) terjadinya kerja sama pemahaman harga yang mencerminkan pasar. Malah diberikan arahan di saat-saat tertentu dilakukan lelang supaya bisa mencerminkan harga yang sebenarnya," terang Agus.

Penekanan perbaikan tata niaga juga disetujui dalam pertemuan kali ini. Sebab berdasarkan observasi, kalau terjadi harga yang bergejolak atau meningkat, malah sebetulnya para petani tidak menerima keuntungan tapi pedagang-pedagang menengah atau pedagang besar.

"Terakhir, pak presiden juga mengarahkan tentang terus perlu dilaksanakannya pencairan anggaran yang tepat waktu, tepat kualitas, dan juga diminta untuk mengelola subsidi BBM dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.


(AHL)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

15 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA