Idenesia

Indonesia Kita

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 27 May 2015 14:05 WIB
galeriindonesiakaya
Indonesia Kita

Metrotvnews.com, Jakarta: Lahir dan besar di Indonesia, tidak serta merta menjadikan kita manusia Indonesia yang seutuhnya. Kesadaran ini yang mendorong seniman Djaduk Ferianto dan sastrawan Agus Noor menggagas berusaha menumbuhkan kesadara menjadi manusia Indonesia melalui karya seni, yaitu Indonesia Kita.

Menurut Djaduk, bangsa Indonesia telah melalui perjalanan panjang untuk menjadi Indonesia. Seiring bertambahnya pengalaman dalam perjalanan berbangsa, maka warga Indonesia harus semakin maju dalam berbagai bidang. 

"Masa kemerdekaan kita harus diingat kembali. Sebab jaman selalu berubah dan waktu tidak bisa dipenggal dan proses kebudayaan selalu dinamis. Sejak dahulu kita punya referensi, kita harus menjadi orang Indonesia untuk menuju ke depan, apa yang kita bisa kerjakan, ya kerjakan lewat seni," tutur Djaduk. 

Melalui seni Djaduk mengajak para pelaku seni untuk tak sekedar unjuk gigi namun juga berbagi pengalaman dan pengetahuan lewat pertunjukan. "Kebetulan  Mas Agus membuatkan naskah, dan kami sortir pada daerah yang mempunyai potensi yang bagus, sehingga kita bisa hadirkan dan dengarkan kembali suara-suara daerah," tambah seniman musik ini.

Sementara Agus Noor memperhatikan ketika Indonesia mengalami konflik dan persoalan sosial. Tiap masalah tersebut usai, ada momen menyanyi bersama. Sehingga bisa disimpulkan bahwa yang membuat kita masih mempunyai mimpi adalah seni.

"Saat persoalan sosial selesai itu ada nyanyi bersama, jadi yang membuat kita masih punya mimpi adalah seni, bukan politik. Makanya kita saling berkomunikasi lewat pertunjukan yang kita kerjakan dimana para pekerja seni dari berbagai daerah bertemu bareng dan punya gagasan apa, kita wujudkan," papar Agus.

Untuk itu, dirinya sedang mempersiapkan gelaran Sinden Republik pada 29-30 Mei di Taman Ismail Marzuki. Gelaran seni ini akan menghimpun para sinden dari berbagai budaya kultur berbeda di Indonesia. Ada dari Melayu, Sunda, Bali dan Jawa. 

Harapannya agar banyak orang semakin mengerti bahwa merawat Indonesia itu tak  ubahnya merawat kemanusiaan, selain itu dibutuhkan pikiran yang luas untuk mencintai Indonesia. "Semakin banyak orang yang sadar, maka semakin banyak orang peduli kesenian. Saat negara absen mengurusi seni dan budaya, ya siapa lagi kalau bukan orang-orang yang punya kepedulian itu? Saya berharap orang-orang seperti itu semakin banyak di Indonesia," harap Agus panjang lebar.

Salah seorang pesinden yang akan mendukung Sinden Republik Indonesia adalah Sruti Respati. Menurutnya seorang seniman mengalami perjalanan spiritual agar bisa menghayati setiap karyanya. 

"Jadi kita tidak hanya melihat seorang seniman itu tampil saja, dia memiliki proses panjang bukan hanya proses kesenimannya tapi juga proses hidupnya. Itulah yang membentuk seniman dalam berkarya, karya mereka tentulah memiliki pesan yang dalam," ujar perempuan kelahiran Solo ini.

Penasaran dengan kelanjutan perbincangan ini? Simak perbincangan Yovie Widianto bersama Djaduk Ferianto, Agus Noor dan Sruti Respati dalam IDEnesia di Metro TV pada Kamis (28/5/2015) pukul 22.30 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya
 
Ingat, ada bingkisan menarik bagi pemenangnya.
 


(LHE)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA