Megawati Mengaku Mumet Hadapi Pilkada Serentak

Al Abrar    •    Kamis, 28 May 2015 13:18 WIB
pilkada serentak
Megawati Mengaku Mumet Hadapi Pilkada Serentak
Megawati Soekarnoputri. Foto: Andika Wahyu/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku kerepotan menghadapi Pilkada serentak yang bakal digelar akhir tahun ini. Menurutnya, banyak persoalan yang harus diselesaikan.

"Bayangkan pilkada serentak, sebagai ketua umum parpol terbesar, saya sendiri mumet," kata Megawati saat memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Jalan Kebon Sirih Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2015).

Mumetnya itu, kata Megawati, karena masih ada keraguan dari penyelenggara maupun pihak keamanan soal pelaksanaan pilkada serentak.

"Bagaimana enggak mumet, biayanya belum ada, maju mundur, tanya ke polisi, potensi keamanan, enggak siap, kenapa enggak siap karena jumlahnya hanya 450 ribu," ujar Mega.

Jumlah itu, lanjut Megawati, tak ideal untuk menjaga keamanan perhelatan pilkada serentak. Megawati menyebut idealnya, polisi yang disiapkan berjumlah 1 juta.    

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi meluncurkan pilkada serentak 2015. Sebagai tahapan awal, sebanyak sembilan provinsi, 36 kota dan 224 kabupaten akan ikut pilkada serentak gelombang pertama.

Pilkada gelombang pertama akan diikuti kepala daerah yang telah habis masa jabatannya pada 2015. Sementara pada pilkada gelombang dua akan diikuti kepala daerah dengan akhir masa jabatan 2016 pada semester pertama.

Untuk kepala daerah yang akhir masa jabatannya pada 2018 dan 2019 akan diikutsertakan pada pilkada serentak gelombang ketiga.

Pelaksanaan pilkada serentak sesuai UU Nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana diubah ke dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota serta Wakil Wali Kota secara serentak.


(KRI)