Sembilan Tahun Lumpur Lapindo

Wapres Akui Pemerintah Masih Bahas Dana Talangan Lapindo

Anggi Hasibuan    •    Kamis, 28 May 2015 15:20 WIB
lumpur lapindo
Wapres Akui Pemerintah Masih Bahas Dana Talangan Lapindo
Wapres JK saat mendatangi genangan lumpur Lapindo di Porong, 20 Juni 2007, Ant

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengakui pemerintah menggunakan APBN untuk memberikan dana talangan kepada warga korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Dana itu sebesar Rp781 miliar.

JK mengakui pemerintah tengah membahas perjanjian dana talangan itu dengan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). "Bahasan itu menyoal proses, pengembalian, dan bunga dari dana talangan," kata JK di Jakarta, Kamis (28/5/2015).

JK menegaskan dana talangan itu bukan ganti rugi. Tapi, MLJ membeli lahan warga korban yang terkena dampak luberan lumpur.

Pada 29 Mei 2006, lumpur menyembur dari area eksploitasi milik perusahaan pertambangan PT MLJ. Lumpur meluber dan merendam ribuan rumah warga di Sidoarjo. Banyak warga kehilangan rumah dan lahan pertanian. Mereka merugi secara ekonomi dan sosial.

PT MLJ dianggap bertanggung jawab karena pusat semburan berada dalam area eksploitasi perusahaan tersebut. MLJ pun memberikan dana kompensasi atas kejadian tersebut.

Namun pada 2014, MLJ mengatakan tak mampu lagi membayarnya. Alasannya, mereka mengalami kesulitan keuangan. Sehingga pemerintah mengambil alih pembayaran uang kompensasi yang tersisa Rp781 miliar.

Pemerintah menggunakan APBN untuk memberikan talangan pada MLJ. Lalu, MLJ menyerahkan seluruh sertifikat tanah area terdampak kepada pemerintah.

Bila dalam 4 tahun, dana Rp781 miliar tidak dilunasi, tanah akan disita pemerintah. Luas tanah yang jadi agunan tersebut adalah 641 hektar. Namun hingga berita ini dimuat, pemerintah belum juga mengucurkan dana tersebut ke warga.


(RRN)

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

1 hour Ago

Langkah tersebut tercantum dalam ketentuan Pasal 65 KUHAP terkait dengan pemanggilan saksi meri…

BERITA LAINNYA