Kasus Korupsi Pejabat FIFA

Enam Sponsor Besar Siap Tarik Diri dari FIFA

Krisna Octavianus    •    Kamis, 28 May 2015 15:38 WIB
fifa
Enam Sponsor Besar Siap Tarik Diri dari FIFA
FIFA (Foto: ist)

Metrotvnews.com, Amerika Serikat: Kasus penangkapan sejumlah pejabat FIFA atas dugaan korupsi membuat beberapa pihak termasuk sponsor mulai berpikir menarik dukungan. Terhitung enam sponsor yang selama ini menjadi sponsor utama acara-acara FIFA bersiap menarik diri jika tidak ada tindakan konkret dari FIFA untuk menyelesaikan masalah ini.

Pada Rabu 27 Mei sejumlah pejabat FIFA ditangkap oleh FBI dan Kepolisian Swiss terkait dugaan korupsi. Sampai saat ini kasus masih terus didalami dan sejumlah orang yang ditangkap sudah dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan.

Skandal korupsi yang terungkap dua hari jelang kongres FIFA ini membuat kaget banyak pihak, termasuk sponsor. Sponsor-sponsor semacam Visa, Hyundai, Coca Cola, McDonalds, Budweiser, dan Adidas sudah memberikan komentar dan mengaku akan terus memantau kasus ini.

Bahkan, khusus untuk Visa, mereka siap menarik diri jika FIFA tak serius menangani kasus ini.

Berikut reaksi enam sponsor besar FIFA:

VISA
"Kekecewaan kami terkait kasus ini sangat mendalam. Sebagai sponsor, kami berharap FIFA untuk mengambil langkah-langkah cepat dan segera untuk mengatasi masalah ini dalam organisasinya. Ini dimulai dengan membangun kembali budaya dengan praktik etika yang kuat untuk mengembalikan reputasi sepak bola untuk penggemar di mana-mana. Jika FIFA gagal untuk melakukannya, kami telah memberitahu mereka bahwa kami akan menilai kembali sponsor kami."

Hyundai
"Kami sangat prihatin dengan proses hukum yang diambil terhadap eksekutif FIFA dan kami akan terus memantau situasi yang terjadi." 

Coca Cola
"Kontroversi panjang ini telah menodai misi dan cita-cita Piala Dunia FIFA dan kami telah berulang kali menyatakan keprihatinan kami tentang tuduhan-tuduhan ini. Kami berharap FIFA untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh."

McDonald
"McDonald memandang hal-hal etika dan korupsi sangat serius dan berita dari Departemen Kehakiman AS yang sangat memprihatinkan. Kami tetap melakukan kontak dengan FIFA mengenai hal ini. Kami akan terus memantau situasi ini."

Budweiser
"Kami berharap semua mitra kami untuk mempertahankan standar etika yang kuat dan beroperasi dengan transparansi. Kami terus memantau situasi melalui komunikasi berkelanjutan kami dengan FIFA." 

Adidas
"Kami berkomitmen penuh untuk menciptakan budaya yang mempromosikan standar tertinggi dalam hal etika dan kepatuhan, dan kami mengharapkan hal yang sama dari mitra kami. Setelah berita hari ini, maka kami hanya bisa mendorong FIFA untuk terus membangun dan mengikuti standar kepatuhan transparan dalam segala sesuatu yang mereka lakukan." (daily mail)


(ACF)