BPJS Ketenagakerjaan Bukukan Investasi Rp22,28 Triliun

Angga Bratadharma    •    Kamis, 28 May 2015 17:13 WIB
bpjs ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Bukukan Investasi Rp22,28 Triliun
BPJS Ketenagakerjaan (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat hasil investasi netto di sepanjang 2014 sebesar Rp22,28 triliun. Sebelumnya, perusahaan yang dulu bernama PT Jamsostek (Persero) ini hanya mematok target hasil investasi sebesar Rp15,8 triliun di 2014.

Mengutip laporan keuangan BPJS Ketenagakerjaan yang dipublikasikan di surat kabar, Kamis (28/5/2015), terungkap pula bahwa hasil pengembangan dana Jaminan Hari Tua (JHT) netto di 2014 adalah sebanyak 13,38 persen. Sementara itu, dana investasi yang berhasil dibukukan BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebesar Rp186,96 triliun.

Dana Jaminan Sosial (DJS) Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di sepanjang 2014 berhasil mencatat penerimaan iuran sebesar Rp3 triliun, dengan pembayaran manfaat sebesar Rp651 miliar, dan dana investasi sebesar Rp11,5 triliun. Untuk pendapatan investasi bruto tercatat sebesar Rp1,5 triliun.

Sementara untuk DJS Jaminan Kematian (JKM) tercatat penerimaan iuran sebesar Rp1,3 triliun, dengan pembayaran manfaat sebesar Rp455 miliar, dana investasi tercatat sebesar Rp3,8 triliun. Untuk pendapatan investasi bruto tercatat sebesar Rp466 miliar.

Sedangkan untuk DJS Jaminan Hari Tua (JHT), tercatat penerimaan iuran sebesar Rp24,3 triliun, dengan pembayaran manfaat sebesar Rp12,8 triliun, dan dana investasi tercatat sebesar Rp 163,8 triliun. Untuk pendapatan investasi bruto tercatat sebesar Rp20,4 triliun.

Sepanjang 2014, BPJS Ketenagakerjaan juga mencatat perusahaan aktif yang menjadi peserta sebanyak 216.593. Sedangkan tenaga kerja aktif, yakni tenaga kerja penerima upah (PU) untuk JKK tercatat peserta aktif sebanyak 13.012.856, JKM 13.012.856, JHT sebanyak 12.675.917, dan Jasa Konstruksi sebanyak 3.088.105. Untuk tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) tercatat untuk JKK sebanyak 683.532, JKM sebanyak 690.436, dan JHT sebanyak 48.331. 

Jumlah tersebut mencerminkan perlindungan sebanyak 34,04 persen dari jumlah tenaga kerja penerima upah nasional dan sebanyak 0,97 persen dari tenaga kerja bukan penerima upah nasional.

Untuk penerimaan iuran bila dirinci yakni tenaga kerja penerima upah untuk JKK sebesar Rp2,9 triliun, JKM sebesar Rp1,3 triliun, dan JHT sebesar Rp24,3 triliun. Sedangkan untuk tenaga kerja bukan penerima upah, yakni untuk JKK sebesar Rp34 miliar, JKM sebesar Rp10,9 miliar, dan JHT sebesar Rp12,1 miliar.

Adapun pembayaran manfaat atau jaminan, tercatat tenaga kerja penerima upah untuk JKK sebesar Rp646,3 miliar, JKN sebesar Rp440,1 miliar, dan JHT sebesar Rp12,8 triliun. Sedangkan untuk tenaga kerja bukan penerima upah untuk JKK sebesar Rp4,7 miliar, JKM sebesar Rp15 miliar, dan JHT sebesar Rp5,06 miliar.


(ABD)

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

41 minutes Ago

Tridianto mengatakan, sejak kasus Hambalang menguak, Nazaruddin dianggap kerap memfitnah Anas.&…

BERITA LAINNYA