Menlu Retno: Tingkatkan Kesejahteraan Umat Kunci Berantas Terorisme

Willy Haryono    •    Kamis, 28 May 2015 17:50 WIB
terorisme
Menlu Retno: Tingkatkan Kesejahteraan Umat Kunci Berantas Terorisme
Menlu RI Retno Marsudi dalam KAA di JCC, Jakarta, April 2015. AFP PHOTO / ROMEO GACAD

Metrotvnews.com, Kuwait City: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri 42nd Session of the Council of Foreign Ministers (CFM) Organization of Islamic Cooperation (OIC)/Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dengan tema Joint Vision to Strengthen Tolerance and Reject Terrorism.  

Tema tersebut sejalan dengan pertemuan informal negara-negara OKI yang dilaksanakan Presiden RI Joko Widodo mengenai "strengthening Solidarity and Cooperation in the Islamic World" di sela-sela KTT Asia Afrika pada 22-23 April lalu.
 
Pertemuan Menlu OKI ke-42 yang diselenggarakan di Kuwait City, Kuwait, 27-28 Mei, dihadiri 57 Menlu dan pejabat tinggi negara anggota OKI, menekankan pentingnya negara-negara Islam mengambil langkah bersama guna mendorong toleransi dan melawan terorisme. 

"Kerja sama lebih erat antar negara-negara Islam di bidang ekonomi, pembangunan dan sosial budaya guna meningkatkan kesejahteran umat menjadi kunci dari upaya mendorong toleransi dan memberantas terorisme di dunia Islam," tutur Menlu RI. 
 
Menlu RI menyebut dibutuhkan suatu strategi dan langkah bersama dalam menghadapi meningkatnya ekstremisme dan aksi terorisme. Menlu RI menekankan pentingnya negara Islam untuk menerapkan Islam yang Rahmatan’ lil Alamin; mengedepankan diplomasi, negosiasi dan penyelesaian konflik secara damai; serta memperkuat mekanisme OKI dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama negara-negara Islam.
 
Sang menteri juga mendorong negara-negara OKI menunjukkan kepemimpinannya dalam membantu mengatasi masalah kemanusian terkait irregular migrant dan people trafficking yang sedang terjadi di Asia Tenggara. Menlu RI menyampaikan langkah yang telah diambil Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara berpenduduk mayoritas Islam dalam mengatasi masalah kemanusiaan internasional tersebut.
 
Keberadaan Menlu RI di Kuwait dimanfaatkan juga untuk melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan sejumlah Menteri Luar Negeri, antara lain dari Kuwait, Gambia, Palestina, Iran, Turki, Qatar dan Sekjen OKI.
 
Serangkaian pertemuan bilateral tersebut merupakan bagian dari upaya membuka cakrawala baru dalam hubungan Indonesia dengan negara-negara Teluk dan Timur Tengah. 

Dalam pertemuan dengan Menlu Kuwait dan Qatar, Menlu RI membahas mengenai langkah memperkuat mekanisme kerja sama bilateral, peningkatan kerja sama di bidang ekonomi dan usulan Indonesia untuk menjadi strategic partner dari GCC (Gulf Cooperation Council). 

Sedangkan pertemuan Menlu RI dengan Menlu Palestina membahas upaya mempercepat pembukaan perwakilan RI di Palestina, dan pertemuan dengan Sekjen OKI berfokus kepada usulan OKI untuk membuka  regional office OKI di Jakarta.

Selain komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral, Menlu RI juga secara khusus mengangkat masalah irregular migrant dan people trafficking yang sedang terjadi di Asia tenggara. Dalam hal ini, Indonesia mendapat apresiasi dan dukungan para Menlu atas langkah yang telah diambil dan kesiapan mereka untuk membantu dalam menghadapi masalah irregular migrant dan people trafficking tersebut. 

Secara khusus, Menlu Gambia menyampaikan kesiapan pemerintahnya untuk menerima relokasi pengungsi Rohingya dengan dukungan masyarakat internasional. Sedangkan Menlu Turki menyampaikan kesiapan pemerintahnya memberi bantuan keuangan dalam mengatasi masalah tersebut.


(WIL)

Rapat Pleno Penentuan Nasib Novanto Digelar Tertutup

Rapat Pleno Penentuan Nasib Novanto Digelar Tertutup

35 minutes Ago

DPP Partai Golkar tengah menggelar rapat pleno dengan agenda konsolidasi internal pasca-kasus y…

BERITA LAINNYA