Chiquita Meidy dan Sisa Popularitas Masa Kecil

Dwi Ayu Rochani    •    Kamis, 28 May 2015 18:22 WIB
chiquita meidy
Chiquita Meidy dan Sisa Popularitas Masa Kecil
Chiquita Meidy (Foto:Metrotvnews.com/Dwi Ayu R)

Metrotvnews.com: Kejayaan seseorang ada masanya. Nama Chiquita Meidy cukup tenar sebagai penyanyi cilik  pada era 90-an. Lagu Kuku Ku dan Gigi Gigi terjual sekitar satu juta kopi dalam rentang 1994-1995.

Hampir setiap hari, video klip Chiquita diputar di televisi pada masa itu. Lagu yang dinyanyikan dara murah senyum itu pun begitu melekat dalam keseharian anak-anak.

Kini, setelah 20 tahun berlalu, apa kabar Chiquita? Metrotvnews.com berkesempatan menemuinya di sebuah kafe di bilangan Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Segar, ceria, dan tentu saja cantik. Kesan itu muncul dari sosok Chiquita yang kini sudah dewasa. Tak jauh beda dengan citra dirinya ketika masih kanak-kanak. Bahkan, jika diperhatikan, senyum di wajahnya tak berubah.

"Halo, apa kabar?" sapa Chiquita, sambil menjabat tangan Metrotvnews.com. Kami lalu duduk di kafe yang pada siang itu tak terlalu padat pengunjung.

Setelah mengobrol santai, Chiquita sampai pada topik keprihatinannya melihat jumlah penyanyi cilik yang sangat minim di era sekarang. Kalau pun ada, penyanyi cilik menyanyikan lagu yang tak sesuai umur. Menyanyikan lagu percintaan orang dewasa.

"Sebenarnya, miris. Sekarang kita sudah cari penyanyi cilik. Tapi kita tidak bisa menyalahkan, bahwa teknologi dan perkembangan zaman itu berkembang pesat. Jadi, kita enggak bisa menolak perubahan, apalagi yang namanya Youtube, anak kecil sekarang sudah pintar menggunakan internet," ucap Chiquita.

Dari hasil pengamatan dan pengalamannya, Chiquita melihat minimnya jumlah penyanyi cilik saat ini karena hasil dari 'pembentukan' media televisi yang kurang memberikan ruang.

Stasiun televisi swasta berlomba-lomba mencapai rating penonton tinggi. Orientasi keuntungan membuat televisi mengesampingkan pendidikan moral anak bangsa. Daripada menayangkan program anak, televisi lebih memilih menayangkan sinetron.

"Kalau enggak punya rating bagus, yah enggak dibikin acaranya (program acara anak). Itu yang aku lihat di media-media saat ini. Sekarang memang banyak ajang pencari penyanyi cilik berbakat, tapi apakah lagu yang mereka bawakan sudah pantas dinyanyikan? Jawabannya, tidak," tegasnya.

Kondisi langka penyanyi cilik, membuat Chiquita mengambil langkah. Dengan menggandeng penyanyi cilik populer era 90-an, seperti Joshua, Maissy Pramaisshela, dan Tasya, mereka sepakat membuat perubahan dengan menggelar konser bareng penyanyi cilik generasi 90-an.

Namun, ide konser tersebut tak memetik sukses karena kekurangan sponsor dan tak mendapat dukungan media. Penyebabnya, acara itu dianggap tidak mendatangkan keuntungan.

"Kalau enggak ada uang, ya enggak jalan. Misi kita terhambat oleh kurangnya sponsor yang mau support. Sebenarnya, orang mudah didoktrin oleh media, tapi kalau medianya tidak mendukung dengan misi kita, ya sama saja. Kita juga sempat membuat festival lagu daerah bersama Tika Bisono dan Om Bens Leo, sampai kita buatkan album juga. Tapi tetap kurang mendapatkan respons postif dari media saat kita minta diumumkan ke publik, keluh Chiquita panjang lebar.

Chiquita tak lekas menyerah. Bermodalkan orangtua yang mempunyai sebuah production house, dia pernah membuat program acara bertema anak di salah satu televisi swasta. Namun, lagi-lagi acara tersebut tak berlangsung lama. Pihak televisi menyetop dan menggantinya dengan program infotainment.

"Dulu, aku pernah buat acara namanya Insting for Kids. Enggak bertahan lama, dan enggak bisa menyalahkan siapapun juga," ucapnya.

"Paling, kita bisa coba lagi dengan menghidupkan acara anak kayak Bintang Cilik, Cilukba. Setiap hari acara itu harus tayang tiga kali, waktunya pagi, siang, dan malam. Tapi balik lagi , apakah media mau menayangkan acara anak tiga kali sehari. Pasti semua terhambat akan rating dan sponsor,"  imbuhnya, skeptis.

Sempat Trauma karena Popularitas

Persepsi sebagian besar masyarakat terhadap para idola adalah hidup bahagia, bergelimang harta dan popularitas. Namun, yang dialami Chiquita tidak demikian.

Chiquita memang menjadi idola sejak usia kanak-kanak. Popularitas yang diperolehnya pernah membuatnya kerap menjadi korban bully teman sekolah dan hampir mencelakakan dirinya.

"Dulu, memang banyak yang mau menculik aku. Ibu-ibu hamil mau dipegang perutnya sama aku. Terus juga aku pernah dibawa kabur sama sopir taksi. Akhirnya, semenjak kejadian itu, Polsek di dekat sekolah aku dibayar buat jagain aku," ungkapnya.



Video klip Chiquita Meidy berjudul Kuku Ku (Courtesy YouTube)

Perasaan tidak nyaman dirasakan Chiquita di lingkungan sekolah. Status artis yang melekat pada dirinya membuat dia sering di-bully, dan diperlakukan tidak baik oleh teman-teman sebayanya.

"Paling menyakitkan itu ketika masih kecil aku enggak punya teman. Itu membuat mental aku drop. Sering di-bully, dipukul, digampar, karena orang mengira aku itu lebih dari mereka. Jadi, aku punya salah sedikit saja, langsung dibenci sama mereka. Karena kan aku dulu banyak jadwal menyanyi, jadi sering pulang duluan. Mungkin mereka iri dengan kelebihan aku," jelasnya.

Menekuni karier keartisan di usia dini, membuat Chiquita ekstra keras membagi waktu antara manggung dengan sekolah. Akibat sering meninggalkan pelajaran, dia telat  baca tulis.

"Mami pada saat itu memang kasih guru pribadi yang dibawa ke mana-mana dengan sistem quantum study, dengan cara tanya jawab sampai aku bisa hapal peta buta," tuturnya.

Pelan-pelan Tinggalkan Dunia Hiburan

Seiring pertambahan usia, popularitas Chiquita memudar mulai memasuki usia remaja. Kebetulan, Chiquita pun mulai kehilangan hasrat menjalani karier keartisan.

Dia kini menjajal peruntungan di luar jalur hiburan. Chiquita mengembangkan bisnis keluarga. Dia mengepalai dua rumah produksi yang bertugas membuat program talkshow edukatif untuk televisi swasta.

"Aku bertindak sebagai owner (pemilik), merangkap juga sebagai produser dan script writer. Aku memang kuliah di manajemen bisnis. Jadi, saat ini ingin mangaplikasikan pendidikan aku dengan berwirausaha," katanya.

Chiquita memamerkan hasil perawatan wajah dan pemakaian krim miliknya di akun Instagram

Tak puas, Chiquita mempunyai ide membuka lahan bisnis di bidang kecantikan. Kebetulan, Chiquita gemar mempercantik diri. Dia menjual krim wajah yang sehari-hari dipakainya.

"Awalnya karena aku sukses memutihkan wajah aku. Nah, aku sering foto di Instagram. Banyak yang komentar. Aku pikir kenapa enggak sekalian aku geluti saja. Ya sudah aku bilang ke dokter kulit langganan aku, aku ajak kerja sama. Akhirnya, sekarang berjalan," paparnya.

Menjual produk kecantikan, Chiquita harus sabar memberikan penjelasan dan instruksi pemakaian kepada konsumen.

"Sekarang, pemasarannya via Instagram saja. Aku enggak mau marketing yang rumit. Jadi, dengan beli produk aku, nanti aku kirim voice note bagaimana cara pemakaiannya. Terus, aku jelaskan wajahnya nanti akan kusam dulu, bakal terkelupas dulu. Aku selalu berkata jujur dengan orang yang beli krim wajah," tutupnya.
(ROS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA