Warga Bojong Ancam Usir Mucikari Anak yang Dilacurkan Ibu Tirinya

Ilham wibowo    •    Kamis, 28 May 2015 18:29 WIB
prostitusi
Warga Bojong Ancam Usir Mucikari Anak yang Dilacurkan Ibu Tirinya
Ketua RT 5/RW 20, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Depok, Suhanda--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Depok: Warga Kampung Bojong Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Depok, mengancam mengusir Mursalih alias Sherli, karena nekat menjadi mucikari anak yang dilacurkan ibu tirinya. Warga takut dampak negatif menjalar ke anak-anak mereka yang masih remaja.

"Bahasa halusnya kami minta Sherli jangan tinggal di sini lagi kalau udah bebas dari Polisi. Kasarnya ya, kami usir. Ulah Sherli sudah bikin malu warga kampung. Dia sudah bikin kotor kampung, jadi harus pindah," kata Ketua RT 5/RW 20, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Depok, Suhanda, 60, di rumahnya, Kampung Bojong, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/5/2015).

Atas keinginan warga ini, Suhanda mengaku akan membicarakannya dengan keluarga Sherli. Sebab kata dia, saudara Sherli juga tinggal tak jauh dari rumahnya di Kampung Bojong.

"Bahkan kedua orangtuanya juga tinggal enggak jauh dari sini. Mereka juga warga kami. Kalau keluarga lainnya tidak," ujarnya.

Menurut Suhanda, Sherli membeli rumah yang memiliki tiga kamar di Kampung Bojong, Baktijaya itu, sekitar tiga tahun lalu.

"Sebelumnya Sherli sama orangtuanya tinggal di sisi Jalan Juanda. Mereka lalu kena gusuran pembangunan Jalan Tol Cijago. Karenanya pindah ke sini," kata Suhanda.

Keluarga Sherli lainnya yakni orangtua dan saudara Sherli juga memiliki rumah tak jauh dari rumah Sherli yang digrebek polisi.

Ia menyebutkan saat digrebek polisi ada sekitar lima orang yang diamankan petugas dari rumah itu termasuk Sherli. "Dari mereka yang ditangkep polisi, yang saya kenal cuma Sherli si waria itu. Perempuan lainnya saya enggak kenal. Mereka itu pendatang dan tinggal di kampung kami. Tapi ternyata bikin kotor kampung. Bikin malu saja," tegasnya.

Ia mengatakan sehari-hari rumah Sherli tinggal, memang ramai Apalagi saat malam hari. Suhanda memperkirakan adanya prostitusi yang dilakukan Sherli di rumahnya karena sebelum pindah, Sherli sudah melakukan hal yang sama saat tinggal di Jalan Juanda.

Pantauan Metrotvnews.com rumah tempat prostitusi yang digerebek polisi itu luasnya sekitar 50 meter persegi. Lokasi rumah berada di tengah pemukiman padat penduduk dan harus melalui sejumlah gang kecil.

Bagian teras rumah hanya seluas sekitar 1 X 5 meter dengan tembok pagar setinggi satu meter berwarna krem kuning.

Dengan tembok pagar setinggi satu meter, rumah tampak tertutup dari luar. Sebab satu spanduk besar dibentangkan diatas tembok mengelilingi bagian depan rumah. Di teras rumah, tampak dua sepeda motor masih terparkir.


(YDH)