Janganlah Kesehatan Dikaitkan dengan Kesejahteraan Petani Tembakau

Dheri Agriesta    •    Kamis, 28 May 2015 20:54 WIB
rokok
<i>Janganlah Kesehatan Dikaitkan dengan Kesejahteraan Petani Tembakau</i>
Seorang mahasiswi menunjukan stiker berisi tentang bahaya merokok, yang akan dibagikan kepada pengguna jalan, di Medan, Sumut, Kamis (12/6). (Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan bersama dengan Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) menggelar konferensi kedua di Jakarta. Acara ini berbicara mengenai bahaya produk tembakau seperti rokok terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Penggunaan istilah tobaco or health adalah sengaja, ini untuk melihat apakah kita akan memilih produk tembakau atau kesehatan masyarakat itu sendiri," kata Ketua ICTOH Kartono Mohamad dalam pidato pembukaan di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2015).

Dia menekankan, pelaksanaan konferensi ini untuk memperkuat komitmen pemangku kepentingan untuk tetap aktif menekan bahaya produk tembakau. Dengan pelaksanaan konferensi ini, Kartono tak ingin dianggap memusuhi petani tembakau dan tembakau sebagai tanaman.

"Janganlah isu kesehatan dengan pengendalian tembakau ini dikaitkan dengan kesejahteraan petani tembakau," imbuh dia.

Kartono menyebut, perlawanan industri rokok terhadap upaya pemeliharaan kesehatan ini sangat besar. Kata dia, ada banyak tindakan tercela yang dilakukan industri rokok untuk melawan upaya pengendalian produk rokok ini.

"Kami melihat perlawanan industri rokok dengan kekuatan uang sangat besar, termasuk dengan menyuap pembuat kebijakan dan politisi. Ini tak hanya terjadi di indonesia tapi juga negara lain, tergantung dengan integritas pembuat kebijakan itu," jelas Kartono.

Adapun konferensi ini dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud. Selain itu, juga hadir pejabat pemerintah, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, dan peneliti.


(OGI)