Leo Nababan Pesimistis Kerja Sama dengan Ical Terwujud

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 29 May 2015 02:51 WIB
dualisme golkar
Leo Nababan Pesimistis Kerja Sama dengan Ical Terwujud
Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung, Leo Nababan berbicara kepada wartawan di gedung DPP Partai Golkar, Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Selasa (5/5). (FOTO: MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Bidang Komunikasi, Informasi dan Penggalangan Opini Leo Nababan menegaskan, kubu Agung Laksono yang berwenang meneken surat rekomendasi pencalonan kader untuk bertarung di Pilkada serentak mendatang. Dia pun pesimistis dengan rencana kerja sama dengan kubu Aburizal Bakrie (Ical).

Leo mensinyalir kubu Ical tak akan mau meneken perjanjian kerja sama yang rencananya digelar Sabtu 30 Mei nanti. Sebab, poin kewenangan meneken rekomendasi belum disepakati terlebih dahulu.

"Kalau tidak bisa diterima Ical, saya pastikan kesepakatan usulan Jusuf Kalla (JK) tak akan terjadi. Kami tak mau terjebak istilah islah yang dikembangkan di kubu seberang. Kami, kesepakatan terbatas," kata Leo di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/5/2015).

Menurut Leo, keyakinan kubu Agung yang berwenang meneken surat rekomendasi tersebut merujuk kepada SK Menkumham. Putusan PTUN Jakarta yang dianggap menguntungkan kubu Ical dinilai sudah tidak berlaku karena Menkumham dan kubunya telah mengajukan memori banding ke PTTUN.

Sementara itu, Leo tidak menyebutkan alasan Ical keberatan menolak poin surat rekomendasi tersebut. Kendati mengaku pesimis, rencana penandatanganan sebagai langkah konkret kerja sama di Kantor DPP Partai Golkar tetap dilakukan.

Leo menuturkan, tim yang akan mewakili kubu Agung  sebanyak empat orang. Mereka adalah Gusti Iskandar, Yorrys Raweyai, Lawrence Siburians dan Agun Gunandjar Sudarsa.

"Kalau mereka mengakui yang teken Agung Laksono dan Zainudin Amali, jangankan Sabtu, besok pagi kelar itu. (Tapi) ada prinsip yang tidak bisa dimusyawarahkan, salah satunya SK," pungkas dia.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh tim masing-masing kubu. Tim ini bertugas menjaring calon dari Partai Golkar untuk bertarung di 59 persen dari 269 daerah yang akan menggelar Pilkada serentak. Tim ini bersifat teknis sebagai turunan dari paraf awal kubu masing-masing di depan JK dan dilakukan secara terpisah.


(OGI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

5 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA