Pukat UGM Tegaskan KY Diperlukan pada Seleksi Hakim

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 29 May 2015 03:47 WIB
seleksi hakim agung
Pukat UGM Tegaskan KY Diperlukan pada Seleksi Hakim
Direktur Pukat UGM Zainal Arifin Muchtar tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (17/2). (FOTO: ANTARA FOTO/David Muharmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) mengakui bila keterlibatan Komisi Yudisial (KY) dalam melakukan seleksi hakim memang tidak menjamin kesempurnaan hasil. Namun, KY dianggap sangat diperlukan dan pemangkasan kewenangan KY melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai tidak perlu.

"Ada adagium, two eyes are better than one eye," kata Direktur Pukat Zinal Arifin Mochtar dalam sebuah diskusi di Kampus Binus, Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (28/5/2015).

Adagium itu, kata dia, seharusnya bisa membuka mata  Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) sebagai pihak yang memohonkan uji materi sejumlah pasal di tiga Undang-Undang Peradilan. Zainal menjelaskan, KY dan hakim bisa saling mengontrol kinerja masing-masing.

"Di sana akan terjadi check and balance. Ada empat probabilitas. Baik dan baik. Buruk dan baik. Baik dan buruk. Buruk-buruk. Setidaknya, kemungkinan baiknya besar, meski salah satu," terang dia.

Zainal menambahkan, keterlibatan KY bukan untuk mencampuri integritas, tapi mengangkat naik integritas para hakim tersebut. Sebab, jelas dia, baik dalam bisnis atau proses hukum unsur yang terpenting adalah kepercayaan.

Pengajar Fakultas Hukum UGM ini juga menuturkan adanya uji materi ini berujung pada konflik antar lembaga negara, yaitu, Mahkamah Agung (MA) versus KY. Zainal mengatakan, polemik ini sering terjadi ketika suatu kewenangan lembaga negara dipindahkan kepada lembaga negara yang baru.

"Ini sebenarnya gejala ketidakrelaan kewenangannya diambil. Lembaga negara lama itu masih menginginkan kewenangan itu," pungkas dia.

 


(OGI)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

25 minutes Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA