Agung Laksono Minta JK Jadi Saksi 'Perdamaian' Golkar

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 29 May 2015 04:15 WIB
dualisme golkar
Agung Laksono Minta JK Jadi Saksi 'Perdamaian' Golkar
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla. (FOTO: ANTARA/SAPTONO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono menilai keterlibatan Jusuf Kalla (JK) sebagai senior partai beringin dalam mendinginkan suhu perseteruan mulai mendatangkan hasil. JK pun bakal diberi mandat sebagai saksi penandatanganan kerja sama pilkada antara kubu Aburizal Bakrie dan kubunya, Sabtu 30 Mei besok.

"Kami masih menunggu undangan dari beliau," kata Agung saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/5/2015) malam.

Agung menjelaskan, JK yang kebetulan menjadi wakil presiden RI ini sudah terlanjur mengambil inisiatif perdamaian antar dua kubu. Karena itu, JK diminta menjadi saksi berdamainya Golkar. "Sudah tentu dong (hadir). Beliau yang mempunyai inisiatif," ujar Agung singkat.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Yorrys Raweyai menegaskan, proses penandatanganan harus dilakukan di satu tempat. "Penandatanganan di Markas besar Partai Golkar," kata Yorrys usai rapat pleno kemarin.

Kerja sama kedua pihak ini, hanya fokus kepada menjaring bakal calon potensial untuk maju dalam Pilkada lewat Partai Golkar. Sebab, Golkar mengklaim akan bertarung di 59 persen dari 269 daerah yang melakukan Pilkada serentak.

JK sudah berulang kali memanggil kedua kubu untuk melangsungkan kerja sama. Namun, pemanggilan dilakukan secara terpisah. Kedua kubu pun sudah melakukan paraf di dokumen kerja sama. Sabtu nanti, sebagai kerja sama konkret dengan mewujudkan tim gabungan yang bersifat teknis.


(OGI)