Denty: Saya Ingin Frans Rasakan Apa yang Saya Rasa

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 29 May 2015 07:01 WIB
frans agung mula putra
Denty: Saya Ingin Frans Rasakan Apa yang Saya Rasa
Denty di ruang rapat MKD. Foto: MTVN/Surya Perkasa

Metortvnews.com, Jakarta: Denty Noviany Sari telah membeberkan bukti dan keterangan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan DPR. Hal tersebut terkait kasus dugaan gelar palsu dewan dan pemberhentian sepihak, yang diduga dilakukan oleh Anggota DPR dari Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra.

Denty menginginkan mantan bekas bosnya merasakan apa yang dia rasakan. "Saya minta keadilan. Saya ingin bapak (Frans) merasakan apa yang saya rasakan," kata Denty kepada Metro TV di Gedung DPR, Kamis (28/5/2015).

Saat ini Denty merasa sakit hati lantaran diberhentikan secara sepihak, dan tanpa ada penjelasan. Menurutnya sampai saat ini tidak ada pemberitahuan pemberhentian secara lisan, atau tertulis. "Sampai saat ini saya tidak ada SK (Surat keputusan) pemberhentian dari sekjen. Tapi awal Maret, gaji saya sudah diputus," imbuhnya.

Dia juga mengaku sakit hati karena diisukan memalsukan tanda tangan, dan menggelapkan uang. "Kalau ada kesalahan saya akan diterima," tukasnya.

Denty mengetahui gelar doktor milik Frans diduga palsu setelah mendapat perintah untuk dibuatkan kartu nama. Sayangnya, Denty lupa, kapan tepatnya perintah itu diberikan Frans.
 
"Saya tahu sejak disuruh bikin kartu nama bapak (Frans). Jadi saya dapat nama gelar data dari bapak, saya cari orang yang bisa membuat kartu nama. Saya juga cek langsung ke kampusnya bapak untuk gelar doktornya itu. Itu saya cek sendiri ke kampusnya bapak," urainya.
 
Imbuh Denty, dari pihak kampus Frans, Universitas Satyagama, Cengkareng, Jakarta Barat, Frans hingga kini belum menyelesaikan gelar doktornya. "Setelah saya cek, di situ tertera tahun 2004 (data gelar doktor untuk kartu nama), memang bapak bilang ingin kembali melanjutkan studinya itu. Tapi belum selesai sampai sekarang," jelas dia.
 
Lantas, Denty diberitahu oleh pihak kampus, bila Frans ingin menyelesaikan perkuliahannya dan mendapat gelar doktor. Frans wajib mengganti nomor mahasiswanya untuk tahun 2015. "Pihak kampus itu bilang, agar bapak mengganti nomor mahasiswanya yang baru untuk melanjutkans studi tahun 2015," ingat Denty.


(YDH)