Diduga Jalankan Proyek Fiktif, Polisi Periksa Pejabat BUMN

Githa Farahdina    •    Jumat, 29 May 2015 08:28 WIB
kasus korupsi
Diduga Jalankan Proyek Fiktif, Polisi Periksa Pejabat BUMN
ilustrasi anto korupsi (Foto:MI/Agung Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri akan memeriksa sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diduga menjalan proyek fiktif dalam jangka waktu 2012-2014.  Bareskrim menemukan kejanggalan dalam beberapa proyek.
 
Kasubdit I Dittipikor Bareskrim Polri, AKBP Ade Deriyan mengungkapkan, ditemukan adanya proyek pengadaan sawah fiktif. "Iya, dugaannya fiktif, masih didalami," kata Ade di Bareskrim Polri, Kamis (29/5/2015) malam.
 
Namun, Ade belum bisa menjelaskan kasus ini secara detail. Namun, berdasarkan laporan dan kesimpulan penyidik, sawah yang dimaksud dalam proyek fiktif.
 
"Fiktif itu begini, misal ada 3.000 hektar, ternyata yang ada dilapangan hanya 1.000 hektar. Berapa jumlah lahan yang rencananya akan dibuat petak sawah, tapi hanya sebagian (yang nyata ). Untuk mendalami kasus itu secara detail, pemeriksaan perlu melibatkan tenaga ahli," jelasnya.
 
Menurut Ade, penyidik sudah memanggil beberapa oknum dari BUMN, sayangnya, yang bersangkutan tak bisa hadir. Pihak kepolisian akan melayangkan pemanggilan kedua hari ini. Inisiator proyek ini dikatakan Ade adalah Kementerian BUMN.
 
Penyidikan kasus ini dimulai setelah Polri mendapat informasi dan langsung melakukan pengembangan serta penyelidikan. Polisi meyakini adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus ini. "Akhirnya dari sana ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," pungkas Ade.
 


(FZN)