Sembilan Tahun Lumpur Lapindo

Peringati Lumpur Lapindo, Warga: Kampungku Dulu tak Begini

Amaluddin    •    Jumat, 29 May 2015 11:14 WIB
lumpur lapindo
Peringati Lumpur Lapindo, Warga: Kampungku Dulu tak Begini
Aksi warga memperingati sembilan tahun lumpur Lapindo di Sidoarjo, Metrotvnews.com/ Amaluddin

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Puluhan warga menghadiri acara peringatan sembilan tahun lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 29 Mei. Mereka membawa berbagai spanduk dan sebuah patung Aburizal Bakrie yang dianggap bertanggung jawab atas semburan lumpur panas tersebut.

Warga mendatangi area semburan lumpur di Porong sejak pukul 10.30 WIB. Mereka menyiapkan berbagai spanduk dan keperluan dalam peringatan tersebut.


"Kampungku Dulu tak Begini." Demikian sebuah tulisan di kertas kardus yang disulap menjadi spanduk.

Sementara itu, 15 warga menggotong sebuah patung kayu berukuran tinggi sekitar 7 meter. Patung itu dibentuk menyerupai Aburizal Bakrie, pemilik PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). Patung itu mengenakan baju berwarna kuning dengan kedua tangannya diborgol.


Sembilan tahun lalu, PT MLJ melakukan eksplorasi minyak di Porong. Namun, kegiatan itu malah mengakibatkan lumpur menyembur dan meluber. Tak tanggung-tanggung, luberan lumpur merendam ribuan rumah dan lahan pertanian.

"Sembilan Tahun Lumpur Muncrat, Bakrie Penjahat." Itu salah satu spanduk yang menyuarakan kekecewaan warga yang menjadi korban semburan lumpur.

"Inilah raksasa lumpur Lapindo yang telah membuat derita kita semua, dialah raksasa yang lebih mementingkan mega proyek," teriak Rochim, salah satu warga korban lumpur lapindo saat berorasi.

Ribuan warga kehilangan rumah dan lahan pertanian. MLJ beserta pemerintah pun menggelontorkan uang untuk membeli rumah dan lahan pertanian itu sebagai bentuk 'ganti rugi' atas peristiwa itu.

Tapi sembilan tahun berlalu, masih banyak warga yang belum mendapatkan pelunasan ganti rugi. Padahal, mereka harus menggunakan uang itu untuk membangun rumah di daerah baru. Mereka juga berharap uang itu bisa memenuhi kebutuhan hidup sebab lahan pertanian yang menjadi mata pencarian sudah terendam lumpur.

"Kalau belum sampai selesai, kami akan terus melakukan perjuangan sampai ada pelunasan. Sampai detik ini, belum ada pelunasan," teriak Rochim lagi.

Rochim dan warga yang belum menerima pelunasan kecewa. Mereka merasa menjadi korban kerakusan orang-orang yang berkuasa.

"Untuk itu, saya berharap agar pelunasan kepada kami segera dilunasi, kami tidak ingin anak cucu kami menjadi menderita karena tidak ada tanggungjawab Bakrie," pinta Rochim yang mendapat sambutan dukungan dari rekan-rekannya.


(RRN)

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

8 minutes Ago

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S…

BERITA LAINNYA