BKPM Promosi 3 Perbaikan Iklim Investasi ke Investor Jepang

Angga Bratadharma    •    Jumat, 29 May 2015 13:40 WIB
bkpm
BKPM Promosi 3 Perbaikan Iklim Investasi ke Investor Jepang
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Tokyo: Salah satu agenda Kepala BKPM Franky Sibarani, dalam roadshow-nya ke Osaka, Tokyo, dan Nagoya, 25-29 Mei, adalah berbicara dalam acara Business Forum tentang potensi dan iklim investasi Indonesia. Forum semacam ini diharapkan memacu pertumbuhan investasi yang masuk ke Indonesia.

Di depan 600 investor dari ketiga kota di Jepang tersebut, Franky memaparkan langkah-langkah perbaikan iklim investasi yang telah dilakukan pemerintah Indonesia. Dalam tiga forum yang diselenggarakan bekerja sama dengan Bank of Tokyo Mitsubishi, Franky memaparkan tiga hal reformasi layanan perizinan.

Adapun tiga reformasi yang dimaksudkan, yakni pertama adalah kemudahan layanan perizinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat BKPM. Kedua, penyederhanaan perizinan terkait pertanahan, kehutanan dan perhubungan. Ketiga, penyederhanaan perizinan untuk sektor ketenagalistrikan.

"Kami meyakinkan investor Jepang bahwa pemerintah sedang melakukan proses reformasi kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Lembaga internasional seperti World Bank, IMF maupun pemeringkat swasta seperti S&P memberikan penilaian bahwa reformasi yang dilakukan pemerintah, diawali dengan launching PTSP Pusat, sudah pada track yang benar," papar Franky.

Selain reformasi kebijakan investasi, Kepala BKPM juga memaparkan tentang berbagai potensi investasi yang dapat dimanfaatkan oleh investor Jepang. Potensi yang ditawarkan antara lain proyek infrastruktur yang direncanakan pemerintah khususnya energi dan konektivitas, industri perkapalan, industri hilirisasi sektor agro dan maritim.

Franky juga menekankan fokus pemerintah untuk mengembangkan tol laut untuk mengatasi persoalan konektivitas di kawasan Indonesia bagian timur.

"Konsep tol laut juga menciptakan peluang investasi yang besar khususnya sektor perkapalan. Kita membutuhkan banyak kapal, baik untuk barang, logistik, maupun penumpang. Dari 1.000 kebutuhan kapal per tahun, galangan kapal nasional hanya memenuhi 30 persen. Ini yang peluang ditawarkan kepada investor Jepang," jelas Franky.

BKPM saat ini sedang melakukan kegiatan pemasaran investasi di Jepang selama 25-29 Mei 2015. Dari kegiatan pertemuan dengan investor di Osaka dan Tokyo, terdapat komitmen investasi sebesar USD2,4 miliar dari berbagai sektor antara lain industri baja, perkapalan, automotif, kawasan industri dan properti. 


(ABD)