Produksi Semen di Indonesia Masih Dikuasai Swasta & Asing

Husen Miftahudin    •    Jumat, 29 May 2015 14:34 WIB
semen indonesia
Produksi Semen di Indonesia Masih Dikuasai Swasta & Asing
Semen Indonesia (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Semarang: Perusahaan semen milik negara harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan produksi semen di masa-masa mendatang. Pasalnya, hingga kini produktivitas semen swasta dan asing yang beroperasi di Indonesia menguasai lebih dari separuh produksi semen secara nasional.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Agung Wiharto mengungkapkan, kapasitas produksi semen milik perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hanya mampu mencapai angka sebanyak 44 persen. Penguasaan produksi semen di Indonesia, mayoritas dikuasai oleh perusahaan semen swasta dan asing dengan angka sebanyak 56 persen.

"Sekarang banyak perusahaan swasta dan asing yang menyemarakkan industri persemenan nasional. Apalagi, nanti Indocement milik HeidelbergCement akan mengoperasikan pabrik semen di Kalimantan. Jadi, memang asing untuk industri semen itu menguasai kapasitas di Indonesia," ujar Agung, dalam Presentasi Perkembangan Semen Indonesia, di Hotel Ciputra, Jalan Simpang Lima No 1, Semarang, Jumat (29/5/2015).

Ia menyebutkan, saat ini ada beberapa perusahaan semen yang telah beroperasi di Indonesia, baik perusahaan semen negara maupun swasta dan asing. Di antaranya adalah Semen Indonesia yang telah berproduksi di Gresik, Padang dan Tonasa, kemudian Lafarge Cement Indonesia, Indocement milik HeidelbergCement yang ada di Citeureup dan Kalimantan.

"Selanjutnya ada Semen Baturaja yang milik BUMN, lalu Semen Bosowa milik swasta nasional, dan Semen Kupang milik BUMN," papar Agung.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan semen dengan produktivitas terbesar diduduki oleh Lafarge Cement Company milik Prancis dengan kapasitas produksi mencapai 250 juta ton. Posisi kedua, sebut dia, adalah Unicorn Cement.

"Sedangkan ketiga adalah HeidelbergCement yang berpusat di Jerman dengan produksi sebanyak 78 juta ton. Sedangkan Semen Indonesia, saat ini masih menjadi perusahaan semen terbesar di Asia Tenggara," pungkas Agung.




(ABD)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

54 minutes Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA