Depresiasi Rupiah, Semen Indonesia Rogoh Kocek Lebih Dalam Bangun Pabrik Rembang

Husen Miftahudin    •    Jumat, 29 May 2015 17:46 WIB
semen indonesia
Depresiasi Rupiah,  Semen Indonesia Rogoh Kocek Lebih Dalam Bangun Pabrik Rembang
Pembangunan pabrik semen (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Semarang: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengaku terpukul dari tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Pasalnya, depresiasi rupiah tersebut membuat pihak perseroan merogoh kocek lebih dalam untuk membangun pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami kejatuhan yang sangat dalam pada awal tahun ini. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap USD mencapai lebih dari Rp13.000 per USD.

Sekretaris Perusahan Semen Indonesia Agung Wiharto mengungkapkan, pelemahan rupiah membuat investasi pembangunan pabrik Rembang membengkak hingga 25 persen. Investasi pembangunan pabrik yang awalnya Rp3,7 triliun, kini menjadi sebesar Rp4,5 triliun.

"Nilai investasi yang kami perkirakan sebelumnya sebesar Rp3,7 triliun pada saat rupiah di level Rp9.000 (per USD). Namun, saat ini rupiah merosot hingga ke level Rp13.000 per USD. Itu membuat biaya investasi pabrik Rembang membengkak," ujar Agung, dalam Presentasi Perkembangan Semen Indonesia, di Hotel Ciputra, Jalan Simpang Lima No 1, Semarang, Jumat (29/5/2015).

Ia menjelaskan, investasi pembangunan pabrik baru semen tersebut dilakukan secara bertahap dengan menggunakan rupiah. Hal ini sangat tergantung dengan nilai tukar rupiah terhadap USD. Pasalnya, material dan teknologi pembangunan mayoritas berasal dari luar negeri.

"Otomatis biaya meningkat, karena sebagian komponen yang kita butuhkan untuk pembangunan pabrik didatangkan dari luar negeri atau belanjanya harus pakai dolar AS," pungkas Agung.

Seperti diketahui, perusahaan milik negara yang berkode SMGR di bursa itu kini tengah membangun pabrik semen baru di Rembang dengan kapasitas produksi sebesar 3 juta ton per tahun. Pihaknya berharap pabrik tersebut selesai pada triwulan III-2016 dan dapat beroperasi secara komersial di awal 2017.

Saat ini, kapasitas produksi SMGR mencapai 31,8 juta ton. Jika pabrik Rembang tersebut beroperasi, maka diharapkan kapasitas produksi Semen Indonesia menjadi 40 juta ton pada 2017.



(ABD)