TKW asal Cirebon Bebas Hukuman Pancung di Saudi

Sobih AW Adnan    •    Jumat, 29 May 2015 18:19 WIB
tki
TKW asal Cirebon Bebas Hukuman Pancung di Saudi
Ilustrasi TKI, Ant

Metrotvnews.com, Cirebon: Keluarga Masamah binti Raswa di Cirebon, Jawa Barat, bernapas lega. Sebab, Masamah bebas dari hukuman pancung atas dakwaan pembunuhan anak majikannya di Arab Saudi.

"Kami menerima informasi ini langsung dari Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) bahwa TKI atas nama Masamah binti Raswa terbebas dari hukuman pancung dan akan dipulangkan sekitar bulan Juni atau Juli," ungkap Tim Penanganan Kasus Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Cirebon, Castra, kepada Metrotvnews.com, Jumat (29/5/2015).

Sebelumnya, Masamah tengah menunggu proses banding di pengadilan Kerajaan Arab Saudi. Perempuan asal Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, itu didakwa atas tuduhan membunuh anak majikannya pada 2009.

Castra menjelaskan, sebelumnya Masamah juga telah menjalani hukuman tahanan selama 5 tahun. Upaya pendampingan pun terus dilakukan pihaknya bersama SBMI pusat untuk mendorong pihak Kemenlu agar mampu melobi Kerajaan Arab Saudi.

"Puncaknya kemarin, kami bersama SBMI pusat melakukan audiensi dengan Kemenlu pada tanggal 30 April 2015," katanya.

Sebagai bahan lobi, tim dari SBMI menceritakan pihaknya telah mendapatkan laporan dari keluarga Masamah bahwa di saat kejadian TKW yang terjerat kasus ketika baru bekerja 7 bulan ini berada di dalam kamar berbeda dengan tempat kejadian perkara (TKP).

"Namun secara spontan Masamah langsung menutup mata korban yang ditemukannya dalam kondisi mata terbuka, sehingga sidik jarinya terekam dan dijadikan barang bukti," jelas Castra.

Sebelumnya, suami Masamah, Amit,  menolak jika istrinya dikatakan sebagai pembunuh korban di tempatnya bekerja. Menurut dia, anak majikan tersebut meninggal karena kecelakaan. Ketika itu, korban becanda dengan anak majikannya yang lain. Namun karena masih kecil, mereka tidak mengerti jika hal yang dilakukannya bisa menghilangkan nyawa.

“Anak majikannya ditindihin sama anak majikan yang lainnya, dengan posisi kepala nyungsep ke bantal. Istri saya baru tahu kalau anak majikan itu meninggal, pas melihat korban sudah tidak bergerak,” jelas Amit.

Masamah merupakan salah satu dari 37 TKI yang masuk dalam daftar hukuman pancung di Kerajaan Arab Saudi. Selama ini, SBMI bersama lembaga pendamping buruh migran lain terus mengupayakan keringanan hukum TKI lainnya yang tertimpa masalah hukum serupa‎.


(RRN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

4 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA