KPK Rekonstruksi Kasus Alkes Banten

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 29 May 2015 21:04 WIB
alkes banten
KPK Rekonstruksi Kasus Alkes Banten
KPK. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: KPK menggelar rekonstruksi dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013. Tersangka mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah disertakan dalam rekonstruksi itu.

Selain Atut, seorang tahanan Kejaksaan, staf Ratu Atut bernama Siti Halimah atau Iim, dan 15 saksi juga ikut dalam rekonstruksi hari ini. Rekonstruksi digelar di Gedung KPK, meski ada peristiwa yang terjadi di luar kota. Itu, kata Kepala Bidang Publikasi dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, untuk efektifitas dan keamanan.

"Beberapa peristiwa yang direkonstruksi terjadi di luar kota. Tanpa mengurangi substansi, rekonstruksi dilakukan di Gedung KPK," kata Priharsa kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Lebih lanjut, Priharsa pun membantah adanya penjemputan paksa terhadap Iim. Tangan kanan Ratu Atut itu, kata Priharsa, dijemput dari tahanannya di Serang, Banten, untuk keperluan penyidikan kasus pemerasan yang dilakukan Ratu Atut.

"Mengingat status Iim sebagai terpidana, yang bersangkutan hari ini bukan dijemput paksa, tetapi dijemput dari lapas tempat penahanannya di Serang," ujar dia.

Dalam perkara dugaan pemerasan ini, KPK telah menetapkan Ratu Atut sebagai tersangka. Ratu Atut dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal 12 huruf e merupakan pasal yang mengatur delik pidana tindak pidana korupsi pemerasan. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara dan minimal empat tahun penjara serta denda paling banyak Rp1 miliar dan paling sedikit Rp 200 juta.

 


(KRI)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA