Pengamat Pendidikan: Proses Rekrutmen Jangan Hanya Lihat Kertas

Arga sumantri    •    Sabtu, 30 May 2015 09:41 WIB
ijazah palsu
Pengamat Pendidikan: Proses Rekrutmen Jangan Hanya Lihat Kertas
Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji

Metrotvnews.com, Jakarta: Fenomena ijazah palsu sudah lama terjadi. Hal ini akibat pola pikir yang menganggap ijazah masih menjadi satu-satunya alat utama tolak ukur seseorang memiliki karir. 

Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji menyebut hal ini menyebabkan 
tuntutan gelar akademik menjadi buruan banyak orang dan tidak sedikit bahkan yang mencari 'jalan pintas' untuk mendapatkannya.

"Proses rekrutmen di swasta, instansi pemerintahan dan instansi negara itu jangan hanya kertasnya yang dilihat, tapi kualitas personalnya," kata Indra dalam dialognya bersama Menristek dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir serta Anggota DPR Komisi X, Reni Marlinawati di acara Bincang Pagi Metro TV, Sabtu (30/5/2015).

Maka, menurut Indra, tuntutan itu yang harus segera dipangkas pemerintah guna menghilangkan praktik 'jalan pintas' gelar akademik. "Bukan berarti syarat tidak harus dengan ijazah," tambah dia.

Ia melanjutkan, Instansi yang akan melakukan rekrutmen tenaga profesial maupun non-profesional harus memiliki daftar perguruan tinggi yang resmi dan lengkap. "Perusahaan sudah ada list (universitas) nya, yang merekrut harus punya daftar universitas yang tidak fiktif," terang Indra.

Pemerintah baru-baru ini menguak kasus praktik transaksi ijazah palsu. Menristek Dikti Muhammad Nasir pun melakukan sidak ke kampus-kampus yang diduga melakukan jual beli ijasah palsu. Hasilnya, beberapa kampus terbukti menjual belikan ijasah tanpa proses pendidikan yang sebagaimana mestinya.

Bahkan, Anggota DPR dari Partai Hanura, Frans Agung Mula Putra, dilaporkan pada MKD oleh mantan staf pribadinya, Denty Noviany Sari lantaran memalsukan gelar akademik.


(REN)