Bongkar Praktik Ijazah Palsu, DPR Apresiasi Menristek

Arga sumantri    •    Sabtu, 30 May 2015 09:44 WIB
ijazah palsu
Bongkar Praktik Ijazah Palsu, DPR Apresiasi Menristek
Kapolsek Pd Aren Kompol Hafidz Herlambang menunjukan barang bukti sejumlah ijazah palsu dan juga seorang pelaku Santoso alias Santosa saat gelar perkara di Mapolsek pd Aren, Tangerang Selatan, Selasa (26/3). (Foto: Antara/M Iqbal)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPR Komisi X Reni Marlinawati mengapresiasi sidak yang dilakukan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir ke kampus yang diduga melakukan praktik jual beli ijazah palsu. Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini tindakan ini bisa menjadi momentum untuk menyelamatkan pendidikan Indonesia.

"Ini momentum yang tepat bagi Menteri untuk melakukan bersih-bersih. Saya dorong Menteri untuk terus lakukan seperti ini, jangan cuma ijazah palsu, tapi fokus juga terhadap program studi dan perguruan tinggi yang bermasalah," kata Reni di Jakarta, Sabtu (30/5/2015).

Menurutnya, fenomena ijazah palsu cukup meresahkan. Apalagi, hampir semua instansi  menjadikan gelar akademik sebagai acuan dalam mecari tenaga kerja profesional maupun non-profesional. Ijazah palsu bisa merusak citra kalangan profesional.

"Ijazah masih jadi standar minimal untuk menguji kompetensi seseorang. Maraknya ijazah palsu, tentu merusak pasaran dunia profesional," tambah dia.

Reni mendukung langkah pemerintah menindak tegas perguruan tinggi yang terbukti melakukan praktik jual beli ijazah palsu. Tak hanya itu, sanksi juga harus diberikan kepada pemilik ijazah palsu. "Gelar yang didapat dari kampus yang tidak berijin, bisa dicopot gelarnya," ujarnya.

Fenomena ijazah palsu tengah menjadi buah bibir. Pasalnya, praktek jual beli ijazah palsu diyakini sudah berlangsung sejak lama. Namun, praktek ini baru terkuak setelah Menristek Dikti Muhammad Nasir melakukan sidak ke kampus yang diduga melakukan jual beli ijasah palsu. Hasilnya, beberapa kampus terbukti menjual belikan ijasah tanpa proses pendidikan yang sebagaimana mestinya.

Bahkan, Anggota DPR dari Partai Hanura, Frans Agung Mula Putra, diduga pakai ijasah palsu. Frans dilaporkan pada MKD oleh mantan staf pribadinya, Denty Noviany Sari lantaran diduga memalsukan gelar akademik.


(DRI)