BKPM Apresiasi SMI Perluas Investasi Hingga USD7 Miliar

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 30 May 2015 09:53 WIB
bkpm
BKPM Apresiasi SMI Perluas Investasi Hingga USD7 Miliar
Franky Sibarani (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Tokyo: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan apresiasi atas pengembangan industri nikel yang dikembangkan oleh PT Sulawesi Mining Investment (PT SMI) karena mengarah kepada pembangunan industri smelter yang terintegrasi hingga produk stainless steel.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, saat mengunjungi industri feronikel PT SMI beberapa waktu yang lalu, pihak PT SMI memaparkan rencana perluasan investasi pada produk stainless steel, dengan nilai total investasi sebesar USD2 miliar dalam bentuk colled rolled coil stainles steel dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun untuk keperluan peralatan rumah tangga.

"Rencana perluasan investasi PT SMI akan mencapai USD6 miliar sampai dengan USD7 miliar, termasuk pembangunan politeknik dan pusat inovasi industri berbasis nikel dan rusunawa untuk 1.000 tenaga kerjanya. Saya kira ini perlu diapresiasi," jelas Franky, di Tokyo, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5/2015).

PT SMI saat ini membangun industri feronikel dengan nilai investasi sebesar USD635 juta dan kapasitas 300 ribu ton Nickel Pig Iron (NPI). Industri feronikel tersebut dapat memberi nilai tambah terhadap nikel mentah (ore) sebesar Rp4 triliun. Untuk mendukung produksinya, PT SMI juga membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 2×65 mw.

Perusahaan tersebut saat ini sedang melakukan perluasan investasi membangun industri feronikel tahap dua dengan nilai investasi sebesar USD1,04 miliar dan kapasitas 600 ribu ton. Pembangunan tahap kedua tersebut diharapkan selesai pada akhir 2015.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi telah meresmikan produksi komersial industri feronikel PT SMI di Morowali, Sulawesi Tengah. Dalam sambutannya saat acara peresmian, Presiden Jokowi berharap dalam waktu empat sampai lima tahun ke depan, PT SMI dapat memproduksi stainless steel yang memiliki nilai tambah luar biasa, di mana harga pada pasar internasional mencapai USD2.800 per ton, dibandingkan produk bahan mentah ore yang harganya kurang dari USD100 per ton.


(ABD)