PSSI Mengekor Gaya FIFA dengan Cara Lebih Buruk

Rendy Renuki H    •    Sabtu, 30 May 2015 13:18 WIB
liga indonesia
PSSI Mengekor Gaya FIFA dengan Cara Lebih Buruk
Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo melontarkan pendapatnya mengenai PSSI yang seolah mengekor gaya FIFA namun dengan cara yang lebih buruk.

"Ketika saya masih di Bern, saya sempat menulis artikel di koran der Bund dengan judul Nein zum der neo-kolonialismus Herr Blatter (Jangan Bertindak sebagai Penjajah Baru Tuan Blatter), saya mendapat sambutan dan apresiasi hangat dari banyak pihak," tulis Djoko dalam rubrik opini di koran Media Indonesia.

"Inti tulisan saya ialah meminta Blatter dan FIFA jangan mengobok-obok PSSI dan Indonesia, yang dianggap mereka mirip tanah jajahan. Implikasi arogansi FIFA itu merembet ke Tanah Air. Sudah lama pengurus PSSI bersikap merendahkan pemerintah," sambung Djoko. (Baca juga: Blatter Ibarat Al Capone di Film The Untouchables)

Ia mengungkapkan jika PSSI merupakan satu-satunya organisasi Indonesia yang mengunjungi Swiss tanpa pernah memberitahu kehadiran dan aktivitasnya. "Bisa dikatakan PSSI tidak pernah menganggap keberadaan KBRI Bern sebagai wakil pemerintah RI di Swiss. PSSI mencoba mengikuti pola dan arogansi FIFA dengan cara yang lebih buruk," lanjut Djoko.

"Pembandingkan FIFA dengan PSSI sebenarnya tidak relevan. Sebab, sejelek-jeleknya Blatter dan geng yang berkuasa di markas FIFA Zurich, mereka berjasa memopulerkan sepak bola sebagai the beautiful game dan menjadi cabang olah raga paling terkenal di muka bumi."

"Selama dua dasawarsa, pemasukan FIFA dari berbagai kegiatan yang dikelola sangat luar biasa. FIFA telah menjadikan sepak bola sebagai tambang emas. Sebaliknya, PSSI sudah selama hampir tiga atau empat dasawarsa tidak memiliki prestasi yang berarti. Malahan ranking Indonesia merosot di bawah Timor Leste," papar mantan anggota Tim 9 bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ini.

"Jika sekarang tidak segera dilakukan tindakan pembersihan dan pembenahan di PSSI, bangsa Indonesia akan kehilangan momentum. Kita ingin memiliki pengurus PSSI dan klub sepak bola yang bermartabat, sportif, dan mempunyai nasionalisme tinggi. Lebih baik kita melakukan perombakan total dari sekarang daripada sepak bola nasional makin terpuruk," tulis Djoko.


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA