Islah Terbatas Partai Golkar Tak akan Selesaikan Konflik

Lukman Diah Sari    •    Sabtu, 30 May 2015 13:49 WIB
kisruh golkar
Islah Terbatas Partai Golkar Tak akan Selesaikan Konflik
Simpatisan Partai Golkar. (foto:Antara/M Agung).

Metrotvnews.com, Jakarta: Perseteruan internal Partai Golkar akan reda sementara waktu. Sebab, kedua kubu sepakat untuk islah terbatas agar partai berlambang beringin ini dapat unjuk gigi dalam pilkada serentak.

Namun, Ketua Populi Center Nico Harjanto menilai islah Golkar justru membuka peluang munculnya konflik yang lebih luas.

"Islah terbatas justru tidak akan menyelesaikan konflik internal Golkar, karena ini membuka peluang munculnya konflik yang lebih luas," ujarnya di kawasan Jalan Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2015).

Islah ini dinilai akan merugikan salah satu kubu, karena kedua kubu telah memiliki kepengurusan hingga tingkatan paling bawah. Masing-masing kubu juga memiliki tokoh yang bakal diusung dalam pilkada nanti.

"Ini kalau mereka sepakat pada mekanisme tertentu. Misal, survey. Tapi bisa saja mereka malah berkelahi karena ada dua hasil survey yang berbeda untuk menentukan mana yang akan maju," jelas dia.

Nico menilai permasalahan yang ada di Golkar bukan hanya permasalahan dua tokoh. Melainkan, permasalahan dua kepengurusan yang sudah terlanjur dibentuk.

Dia pun menyarankan, islah yang dicapai haruslah islah secara organisasi. Dua kubu dipertemukan dan menyepakati satu kepengurusan baru. "Saya kira itu yang harus ditempuh mereka," kata Nico.

Namun bila melakukan islah secara elitis seperti saat ini, justru masing-masing kubu bakal merasa ada yang dirugikan dan diuntungkan. "Karena saat ada tim bersama untuk menentukan siapa yang menjadi calon kepala daerah itu blm tentu komposisinya bisa 50 banding 50," lengkap dia.

Pasalnya dari 269 Kabupaten dan Kota yang kelak dibagi antara dua kubu memiliki prestige dan kemampuan ekonomi dan politik yang berbeda. Toh, Nico menyebut pembagian daerah tak seperti mengocok arisan.

"Mungkin nanti kalau kubu Ical mendapatkan daerah kaya tambang dan daerah kaya sumber daya alam, mungkin nanti kubu Agung Lakksono bisa jadi protes tidak terima," kata dia.

Diketahui, Mantan Ketum Partai Golkar Jusuf Kalla akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan yang tak kunjung reda di tubuh partai beringin kuning ini. JK khawatir kisruh dua partai berakibat buruk terhadap karier politik kader di daerah karena tak bisa ikut unjuk gigi pada pilkada serentak.

Kedua kubu akhirnya sepakat untuk islah secara terbatas. Terdapat empat poin kesepakatan dalam islah dua kubu ini. JK akan menyaksikan langsung kedua pihak menandatangani kesepakatan islan ini di Kediaman Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 16.30 WIB.


(DRI)