Pengamat: Manajemen Sepak Bola Indonesia Belum Profesional

Patrick Pinaria    •    Sabtu, 30 May 2015 16:29 WIB
liga indonesia
Pengamat: Manajemen Sepak Bola Indonesia Belum Profesional
Kantor PSSI (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Buruknya manajemen sepak bola Indonesia mendapat simpatik dari pengamat sepak bola Carlos Melgaros Varon. Mantan pemain Real Betis tersebut menilai manajemen sepak bola Indonesia belum mumpuni dijadikan profesional dan harus dibenahi.

"Untuk menjadikan sepak bola kita profesional, harus melalui proses panjang," kata Carlos di Jakarta, Sabtu (30/5/2015).

Carlos yang merupakan pemilik CS Soccer Academy dan Ucam Soccer Academy di Jakarta ini menambahkan profesionalitas sepak bola Indonesia bisa dimulai dari membenahi pengelolaan pengembangan usia mudanya. Contoh paling nyata adalah sekolah sepak bola di Indonesia.

Sebab, Carlos menilai sekolah sepak bola di Indonesia saat ini cenderung memperhatikan motif ekonomi ketimbang menghasilkan pemain berkualitas ataupun penyaluran bakat yang jelas. 

"Pemain harus dididik melalui sekolah bola yang mata rantainya jelas. Coba lihat Barcelona, Manchester United, dan klub-klub besar lainnya. Mata rantai pembinaan sepak bolanya jelas kepada klub masing-masing, sehingga lahirlah pemain-pemain profesional," sambungnya.

Keprihatinan juga dikemukakan oleh pengamat hukum tata negara Refly Harun. Ia menyoroti sikap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang tidak tunduk pada konstitusi Pemerintah Indonesia.

"Jika FIFA punya statuta yang harus dipatuhi anggotanya, begitu juga dengan Negara Indonesia yang punya konstitusi dimana seluruh elemen bangsa harus tunduk pada konstitusi," jelas Refly.

Refly mendukung PSSI untuk kedepannya mendapatkan legitimasi dari pemerintah. Artinya, ia mendukung Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai wadah tunggal organisasi sepak bola yang mengedepankan prestasi. (Ant)


(PAT)