Kongres FIFA 2015

Blatter Siapkan Kejutan untuk Perbaiki Citra FIFA

Patrick Pinaria    •    Sabtu, 30 May 2015 17:12 WIB
liga dunia
Blatter Siapkan Kejutan untuk Perbaiki Citra FIFA
Sepp Blatter (Foto: AP/Walter Bieri)

Metrotvnews.com, Swiss: Penyelenggaraan Kongres FIFA 2015 pada Sabtu 29 Mei usai digelar. Sepp Blatter kembali sebagai terpilih Presiden FIFA usai memenangkan pemilihan suara pada kongres tersebut. Usai terpilih, ia pun sudah memiliki rencana-rencana ke depannya untuk memperbaiki citra FIFA yang dicap buruk baru-baru ini.

Blatter yang merupakan pria asal kelahiran Swiss kembali terpilih dan menang pada pemilihan tersebut setelah pesaingnya Ali bin Al Hussein mundur pada pemilihan putaran kedua. Keputusan itu diambil Pangeran Ali setelah ia kalah suara pada putaran pertama. Blatter meraih 133 suara, sementara Pangeran Ali hanya mendapatkan 73 suara.

"Sekarang hal ini memberi saya waktu karena saya telah berkata untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi. Saya mengambil tanggung jawab dan kami sekarang harus membangun citra FIFA yang lebih baik dan saya tahu bagaimana mengerjakannya," ucap Blatter.

"Saya tidak dapat mengumumkannya sekarang namun kami akan bekerja mulai besok pagi. Kami memiliki (agenda) pertemuan dengan komite eksekutif dan mereka akan mendengarkan saya, mereka akan menerima sejumlah informasi atau sejumlah pesan, sebagian dari mereka akan terkejut," lanjutnya.

FIFA sebelumnya diterpa masalah jelang bergulirnya kongres terkait dengan ditangkapnya sembilan penjabat mereka oleh Kepolisian Federal Amerika Serikat (FBI) karena diduga korupsi.

"Ini merupakan kongres yang sangat sulit karena kondisi-kondisi seperti ini. Maka saya juga akan mengatakan bahwa ini merupakan kejadian-kejadian tragis yang terjadi pada Rabu dan Kamis di Zurich. Semua dengan media di dunia, apa yang mereka katakan mengenai FIFA," papar Blatter. (Ant)


(PAT)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA