Islah Golkar Bukan Soal Pengurus

Al Abrar    •    Sabtu, 30 May 2015 19:43 WIB
kisruh golkar
Islah Golkar Bukan Soal Pengurus
Aburizal Bakrie (kiri) dan Agung Laksono (kanan) kompak dalam satu acara Golkar--Antara/Fanny Oktavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua kubu Golkar yang telah menandatangani Islah terbatas menegaskan perdamaian tidak sampai pengurus yang berhak memimpin. Kedua kubu hanya sepakat untuk berdamai dalam menentukan calon di Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

"Perbedaan (pengurus) masih ada dan biarkanlah itu diproses melalui jalur hukum," kata Ketua Umum Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie di rumah dinas Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2015).

Ical mengatakan gencatan senjata hanya berjalan sampai tanggal 27 Juli mendatang, atau hanya sampai pendaftaran calon kepala daerah ke KPU. Dua kubu akan duduk bersama dalam menentukan kader yang maju menjadi calon kepala daerah dari partai Golkar.

Kader yang ingin maju di Pilkada dipersilahkan mendaftar ke DPD di daerah masing-masing. Pada tanggal 26 Juli, atau sehari sebelum pendaftaran calon, kedua kubu akan berkomunikasi dengan KPU. Pengurus mana yang berhak menandatangani surat keputusan.

Sekretaris Jenderal Golkar versi Munas Ancol Zaenudin Amali juga menyampaikan hal senada. Islah terbatas yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla bukan islah kepengurusan.

"Ini bukan islah kepengurusan, ini kerja sama demi keikutsertaan Golkar dalam pilkada," kata Zaenudin usai penandatangan Islah terbatas.

Islah kepengurusan merupakan lain hal. Saat ini juga masih ada proses hukum yang berjalan. "Ini hanya kerja sama Pilkada yang kita sepakati empat poin tadi," tegas dia.

Kedua kubu nantinya akan membentuk tim bersama dalam menjaring calon. Masing-masing kubu nantinya akan mengutus lima pengurus untuk melakukan penjaringan.


(SUR)