Jangan Ajari Indonesia Soal Toleransi

Dimas Prasetyaning    •    Sabtu, 30 May 2015 17:04 WIB
mpr ads
Jangan Ajari Indonesia Soal Toleransi

Metrotvnews.com, Jambi: Sejumlah kasus kekerasan komunal memang pernah terjadi di Indonesia. Kerukunan antar warga pun masih perlu terus ditingkatkan lagi dan lagi. Namun itu bukanlah alasan bagi bangsa lain mengajarkan hidup bertoleransi kepada masyarakat Indonesia.

"Stop! Jangan ajari kami soal toleransi," ujar Ketua MPR Zulkifli Hasan mengutip tanggapannya kepada seorang diplomat asing beberapa waktu lalu yang menyoroti kasus kekerasan di Indonesia.

"Anda yang harus belajar dari kami soal toleransi. Bukan kami yang belajar dari Anda. Indonesia adalah negara yang paling toleran. Bahkan paling dibanding Eropa dan Amerika Serikat," sambung politikus PAN ini tentang pandangan keliru sebagian komunitas internasional terhadap Indonesia.

Ujud toleransi yang tinggi di Indonesia salah satunya adalah hari libur pada setiap hari besar keagamaan nasional. Peringatannya pun dilaksanakan secara nasional yang dihadiri Presiden RI selaku Kepala Negara dan para pimpinan lembaga tinggi negara, padahal beberapa di antaranya jelas-jelas umat agama berbeda dari agama yang sedang dirayakan hari besarnya.

"Kita bangsa Indonesia harus bangga itu. Rumah ibadah bebas dibangun? Mana ada coba negara setoleran Indonesia?" sambungnya.

Maka sangat keliru bila Indonesia merasa minder dengan bangsa. Indonesia adalah negara hebat dengan kekayaan alam dan kekayaan nilai-nilai luhurnya yang sangat luar biasa. 

Tapi, bangsa Indonesia jangan lengah. Kekayaan sumber daya alam suatu bangsa, tidak menjamin kesejahteraan dan kemajuan sebuah bangsa bila dikelola secara keliru.

"Camkan itu terutama generasi muda bangsa. Sumber daya alam melimpah ditambah sumber daya manusia yang hebat ditambah pemahaman dan implementasi empat pilar mumpuni sama dengan kesejahteraan bersama," paparnya.

Ini semua Zul sampaikan dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula Gedung Bapedda Pemprov Jambi, Sabtu (30/5/2015). Kegiatan ini kerjasama antara MPR RI dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jambi.

Seratusan orang pelajar, mahasiswa dan anggota ormas menjadi pesertanya. Wakil Gubernur Jambi  H. Fahrori Umar, Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Jambi Prof. Safiq Muchni, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Prov.Jambi Prof Fahmi Rizal Gadin dan Bupati Tanjung Jabung Timur Zumi Zola turut hadir dalam pembukaan seminar.

Kegiatan sosialisasi MPR RI direspon positif peserta yang kebanyakan generasi muda pelajar dan mahasiswa. Sosialisasi ini menambah pengetahuan mereka tentang Pancasila, UUD '45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. 

"Saya penasaran soal perubahan UUD kita dan seputar tugas dan wewenang MPR. Saya berharap akan menambah pengetahuan saya soal itu karena sangat penting untuk kami para pelajar," ujarnya.
 


(LHE)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA