Sambut Lebaran, BI Bengkulu Alokasikan Uang Tunai Rp750 Miliar

Antara    •    Minggu, 31 May 2015 14:18 WIB
bank indonesia
Sambut Lebaran, BI Bengkulu Alokasikan Uang Tunai Rp750 Miliar
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Basri Marzuki/

Metrotvnews.com, Bengkulu: Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Bengkulu mengalokasikan uang kartal sebesar Rp750 miliar untuk kebutuhan masyarakat Bengkulu menyambut hari raya Idul Fitri 1436 H.

"Jadi dalam rangka persiapan puasa dan Lebaran kita alokasikan untuk seluruh kebutuhan masyarakat guna penarikan uang tunai maupun untuk penukaran pecahan uang kecil," kata Kepala Deputi Keuangan BI Provinsi Bengkulu, Chirstin Sidabutar di Bengkulu, Minggu (31/5/2015).

Menurut dia, Bank Indonesia mempersiapkan uang tunai sebesar Rp750 miliar, mengingat besarnya kebutuhan masyarakat untuk menyambut hari raya Idul Fitri.

"Kita siapkan agar masyarakat tidak cemas takut kekurangan uang kartal yang bisa ditarik tunai, apalagi nanti waktu Lebaran, sudah tradisi memberikan seperti angpau untuk anak-anak maupun famili," katanya.

Jika kebutuhan daerah itu terhadap uang kartal melebihi alokasi, Christin mengungkapkan, masyarakat tidak perlu resah, karena BI setempat tetap akan memenuhi kebutuhan daerah itu.

"Kalau lebih maka akan kita penuhi, ini hanya alokasi saja, dan kita juga sudah menyampaikan ke bank di Bengkulu agar menjamin isi dari anjungan tunai mandiri (ATM) milik mereka sehingga hari libur, bank tutup tetapi masyarakat tetap bisa tarik tunai," katanya.

Mulai 1 Juni 2015 penukaran pecahan uang kartal mulai dibuka, namun tidak lagi melalui loket Bank Indonesia setempat, tetapi melalui cabang bank umum yang telah menjalin kerja sama dengan BI Bengkulu.

"Saat ini sudah ada lima bank umum yang menyatakan kesiapan untuk memberikan pelayanan penukaran uang, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, serta bank pembangunan daerah Bengkulu, Bank Bengkulu. Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu menghentikan pelayanan penukaran pecahan uang kartal di loket bank," tambah Christin.

Penukaran tersebut tidak hanya guna memberikan pelayanan kepada masyarakat jelang puasa dan Lebaran saja, namun berlaku hingga seterusnya.

"Dalam rangka pencapaian misi Bank Indonesia di bidang pengelolaan uang rupiah, yakni memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat, (mengendalikan) jenis pecahan uang yang sesuai, serta kondisi layak edar. Terkait hal tersebut, kami menghentikan layanan penukaran uang di loket BI. Jadi kami selanjutnya hanya membuka loket untuk penukaran pecahan uang yang rusak atau tidak layak edar saja," ujarnya.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA