Industri Otomotif

Investasi Baja Otomotif, Sulit jika Jualan Dibawah Kuota

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 01 Jun 2015 08:13 WIB
industri otomotif
Investasi Baja Otomotif, Sulit jika Jualan Dibawah Kuota
Industri baja otomotif masih sulit dikembangkan kalau kuota penjualan mobil belum terpenuhi. ModernRacer

Metrotvnews.com, Cikarang: Pemerintah sangat mendukung investasi yang dilakukan oleh PT Suzuki Indomobil Motor yang meresmikan pabrik barunya yang keempat  di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Jumat 29 Mei pekan lalu.

"Tapi kalau boleh Research and development (R&D) dilakukan di sini. Jadi anak-anak muda kita mampu dan punya keahlian merancang dan membuat mobil sendiri yang baik dan benar," pinta I Gusti Putu Suryawirawan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian.

Bahan baku atau material baja untuk membuat industri otomotif di Indonesia juga merupakan salah satu kendala karena sampai saat ini masih mengandalkan impor.

"Perlu di ingat membuat mobil dan memproduksi mobil, itu adalah dua hal yang berbeda. Orang mungkin bisa membuat, tapi pada saat harus memproduksi dalam jumlah besar dengan volume dan kualitas tertentu, akan sulit. Apalagi dengan persyaratan-persyaratan internasional yang begitu ketat. Sehingga sampai  saat ini banyak keluhan materialnya belum bisa dipasok karena volume permintaan kecil," sambung I Putu.

"Jika dikatakan jumlah produksi sudah di atas satu juta, bahkan sudah mencapai 1,2 juta unit mobil per tahun, rasanya sudah bisa. Tapi kalau untuk seluruh jenis/tipe mobil seperti mobil niaga, penumpang, sampai truk dan bus yang besar rasanya masih sulit. Mengapa? ya sama saja, harus dipecah-pecah lagi dalam jumlah kecil. Sehingga tetap akan butuh investasi besar untuk itu," bebernya.

I Putu melanjutkan bahwa, kebutuhan produksi bahan baku baja, rasanya sulit terpenuhi jika harus menyediakan untuk spesifikasi berbeda-beda dalam jumlah kecil. "Makanya syarat utama bikin pabrik pengolahan baja untuk kendaraan, volume penjualan mobil untuk 1 tipe/jenis atau platform, harus tercapai terlebih dahulu. Baru kemudian industri baja bisa dikembangkan."

Namun I Putu tak menyebutkan jumlah minimum kuota penjualan untuk kendaraan dengan tipe atau platform sama, agar bisa meriset dan memproduksi baja otomotif sendiri. Apakah sesuai dengan target pemerintah di angka 2 juta unit mobil di 2020? kita lihat saja.


(UDA)