PPP Butuh JK untuk Berdamai dengan Menkumham

M Rodhi Aulia    •    Senin, 01 Jun 2015 04:36 WIB
ppp
PPP Butuh JK untuk Berdamai dengan Menkumham
Wakil Presiden Jusuf Kalla/MTVN Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PPP hasil Mukatamar Jakarta, Djan Faridz menegaskan konflik partainya saat ini terjadi antara partai dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Untuk berdamai, PPP butuh sosok kuat yang sudah teruji pengalamannya.

Menurut Djan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi sosok tepat untuk mendamaikan PPP dengan Menkumham.

"Tinggal pak JK mau mendamaikan kita dengan Menkumham atau tidak. Bagi saya, pak JK adalah tokoh yang memiliki segudang pengalaman terkait penyelesain sengketa apapun," kata Djan ketika dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (31/5/2015) malam.

Djan berharap Yasonna mau mencabut banding atas putusan PTUN yang memenangkan kubu Djan. Namun, Djan sedikit pesimistis di sini.

"Pertanyaan saya, apakah itu mungkin? Menkumham mau menarik bandingnya," tukas Djan.

Menurut Djan, keputusan Yasonna yang tetap keukeuh dengan SK-nya untuk kepengurusan DPP Muktamar Surabaya tidak sah. Pasalnya, SK Yasonna tidak merujuk pada putusan Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan yang saat itu dipimpin Chozin Chumaidy.

"Menkumham kan hanya administratif. Tapi, dia melawan undang-undang Parpol tentang sengketa partai. Putusan dia tidak sesuai putusan mahkamah partai," sesal Djan.

Sementara untuk persoalan internal dengan kubu Romahurmuzy (Rommy), Djan tak mau bicara banyak. Ia hanya menegaskan dirinya segera mengambil tindakan keras untuk Romy yang dinilai mencederai aturan partai.

"Jangan sama Romy. Percuma! Enggak ada hubungan lagi sama dia. Dalam waktu dekat, saya akan laporkan Romy ke Polda Metro Jaya karena menggunakan atribut PPP secara tidak sah," pungkas dia.


(OJE)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

4 hours Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA