Nasib tak Jelas, Golkar Diprediksi Ditinggal Pemodal

M Rodhi Aulia    •    Senin, 01 Jun 2015 08:18 WIB
golkar
Nasib tak Jelas, Golkar Diprediksi Ditinggal Pemodal
Golkar/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Politik Boni Hargens menilai kasak-kusuk partai politik yang ikut Pilkada tidak sebatas kubu yang berwenang meneken surat rekomendasi pencalonan. Akan tetapi, juga sangat berkaitan dengan pembiayaan kampanye calon tersebut.

"Ini berkaitan dengan dana kampanye. Antara kader, partai dan juga pemodal," kata Boni Hargens dalam Bincang Pagi Metro TV, Senin (1/6/2015).

Kerja sama khusus Pilkada yang tercapai antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie dinilai tidak meyakinkan. Sebab, masih ada poin yang mengganjal kedua kubu tersebut.

Boni berpandangan kerja sama atau islah pilkada tersebut dilakukan secara terpaksa. Dampaknya, proses kampanye diprediksi tidak akan berlangsung serius dan kalaupun menang, tidak jelas kepada kubu mana, calon terpilih tunduk dan patuh.

"Akan ada pergeseran modal. Pemilik modal mencari dukungan kandidatnya dari partai lain. Ini soal kekuatan figur dan modal. Karena figur saja tidak akan bisa menjamin di politik liberal ini," tambah dia.

Seperti diketahui, pascapenandatanganan kerja sama kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono, KPU belum bisa memastikan kubu mana yang berhak meneken surat rekomendasi. Bendahara Umum kubu Aburizal menilai kerja sama itu menyimpan bom waktu yang sewakt-waktu akan meledak.


(OJE)