Polri: Tak Ada Persiapan Istimewa Hadapi Sidang Praperadilan Novel

Deny Irwanto    •    Senin, 01 Jun 2015 09:11 WIB
praperadilan
Polri: Tak Ada Persiapan Istimewa Hadapi Sidang Praperadilan Novel
Penyidik KPK Novel Baswedan/MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang kedua praperadilan Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini kembali dilanjutkan. Sidang mengagendakan jawaban pihak termohon yaitu Polri terkait gugatan yang sudah dibacakan Novel pada sidang perdana Jumat 29 Mei.

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Zuhairi, pihak Polri mengaku tidak melakukan persiapan khusus karena terkait kebertan penangkapan sudah sering diterima Polri.

"Biasa-biasa saja, kita ini kan mengenai penangkapan biasa terjadi," ucap anggota tim kuasa hukum Mabes Polri, Joel Baner Tundan saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin (1/6/2015).

Joel kembali menegaskan, memang dalam persidangan ini tidak ada yang istimewa dalam melakukan persiapan. Karena memang soal keberatan atau gugatan dari pihak pemohon memang biasa terjadi.

"Ya tidak ada yang istimewa, seperti praperadilan yang lain saja, ini Polri sudah ribuan kali menghadapi hal seperti ini. Jadi memang tidak ada yang istimewa," tandasnya.

Praperadilan diajukan Novel terkait penetapan status tersangka oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Permohonan praperadilan beregister perkara 37/pid.prap/2015 PN Jaksel ini meminta majelis hakim agar menyatakan penangkapan dan penahanan atas Novel Baswedan tidak sah.

Sebelumnya, Novel digelandang penyidik Bareskrim Polri pada Jumat 1 Mei dini hari dari kediamannya. Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, pada 2004. Kasusnya sempat ditunda pada 2012 atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, kasus ini diusut kembali oleh Polda Bengkulu. Pengusutan kasus tersebut dilakukan oleh Bareskrim dengan alasan berdekatan dengan tempat tinggal.


(OJE)