Cuaca Buruk, Pesawat Keliling Dunia Sulit Lintasi Pasifik

Willy Haryono    •    Senin, 01 Jun 2015 11:46 WIB
penerbangan dunia
Cuaca Buruk, Pesawat Keliling Dunia Sulit Lintasi Pasifik
Pesawat bertenaga surya Solar Impulse 2 bertolak dari Nanjing, Tiongkok, menuju Hawaii, AS, pada Minggu (31/5/2015). AFP / Solar Impulse

Metrotvnews.com, Tokyo: Pesawat bertenaga surya Solar Impulse 2 belum dapat melintasi Samudera Pasifik akibat prakiraan cuaca buruk untuk beberapa hari ke depan. 

Penerbangan ketujuh dari misi ambisius mengelilingi dunia ini memiliki rute Nanjing, Tiongkok, menuju Hawaii, Amerika Serikat, via Samudera Pasifik. Jarak yang harus ditempuh pilot Andre Borschberg, 62, adalah sekitar 8500 kilometer. 

"Kemarin, kami memiliki kesempatan untuk melewati cuaca (buruk) di hari kelima," ujar tim Solar Impulse dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Senin (1/6/2015). 

"Namun, dengan prediksi cuaca saat ini, kemungkinan itu sudah tidak ada lagi. Artinya, momen untuk terbang ke Hawaii sudah terlewat," lanjutnya. 

Saat ini, Borschberg sedang terbang berputar dalam 'pola menunggu' di atas Laut Jepang, menanti instruksi selanjutnya dari tim Solar Impulse. 

"Sambil menunggu prakiraan cuaca, kami memutuskan menahan posisi pesawat. Kami meminta Andre untuk tetap berada di sana," kata tim. 

Perjalanan keliling dunia dimulai di Abu Dhabi pada Maret lalu dan dijadwalkan untuk berhenti dan terbang kembali selama 12 putaran. Total waktu penerbangan ini sekitar 25 hari. 



(WIL)