Bank Bukopin Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 01 Jun 2015 12:27 WIB
bank bukopin
Bank Bukopin Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun
Ilustrasi. FOTO: MI/M IRFAN

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) bakal menawarkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II tahap I tahun 2015 sebesar Rp1 triliun, dengan tenor tujuh tahun dan kupon mencapai 11,4-12 persen. Langkah itu bakal dijalankan guna menggencarkan ekspansi bisnis perseroan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi ketika ditemui dalam acara public expose perseroan, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (1/6/2015).

"Obligasi yang diterbitkan mencapai Rp1 triliun, dengan tenor tujuh tahun dan kupon mencapai 11,4-12 persen. Tingkat bunga akan ditentukan setelah bookbuilding yang berakhir di Juni 2015, pernyataan efektif 22 Juni dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 1 Juli 2015," kata dia.

Menurut Glen, penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahun 2015 tahap I ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp1 triliun, serta merupakan total obligasi subordinasi berkelanjutan II yang mencapai Rp2 triliun.

Dana hasil penawaran umum obligasi subordinasi, akan digunakan perseroan untuk mengembangkan pembiayaan sekaligus pelengkap sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang.

"Dana modal yang kuat, kami akan leluasa dalam menjalani ekspansi bisnis di Indonesia Timur," ungkap dia.

Demi merealisasikan langkah obligasi ini, lanjut dia, perseroan sudah menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi subordinasi dan PT Bank Mandiri Tbk sebagai wali amanat. Obligasi ini telah mendapatkan rating single A minus dengan outlook stabil dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Setelah obligasi ini berjalan dengan baik, tambah Glen, aset perseroan bakal naik 14-15 persen per tahun, kredit meningkat 15-16 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14-16 persen, laba meningkat sebesar 15-16 persen dan CAR perseroan di kisaran 14,7- 15,6 persen.


(AHL)