Harga Fluktuatif, Awas Ada Mafia Beras!

Annisa ayu artanti    •    Senin, 01 Jun 2015 14:51 WIB
beras
Harga Fluktuatif, Awas Ada Mafia Beras!
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat ekonomi Indef Enny Srihartati menilai harga beras yang fluktuatif bisa memunculkan kehadiran mafia beras jika tidak ada instrumen yang bisa memantau harga dan stok beras.

"Beras menjadi acuan, beras berfluktuasi. Oleh karena itu begitu strategisnya beras, harus ada instrumen beras," kata Enny, dalam diskusi Pangan Kita di Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Senin (1/6/2015).

Menurutnya, selama ini kebutuhan pokok seperti beras inimasih diserahkan pada mekanisme pasar. Padahal mekanisme pasar belum sepenuhnya baik. Ia memberikan contoh disparitas antara harga gabah di petani, beras level petani, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras, hingga beras konsumsi.

"Selama kebutuhan pokok diserahkan kepada mekanisme pasar. Mekanismpe pasar tidak sehat. Kasusnya adalah beras. Bagaimana disparitas harga yang diproduksi petani gabah sampai beras konsumsi," ungkap dia.

Enny menjelaskan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan beras dibeli dari petani dengan kisaran harga Rp3.000 sampai Rp3.200, kemudian dijual di Pasar Induk Cipinang seharga Rp7.500. Namun, apakah benar masyarakat membeli beras dengan harga tersebut?

"Tapi kita tanya apakah benar masyarakat beli di Rp7.500. Adanya keuntungan abnormal, adanya mafia beras. Apapun mafia ini istilah yang sehari-hari. Tapi di sana adanya imperfect competition (persiangan)," jelas dia.

Menurutnya, hal ini terjadi karena tidak adanya peran pemerintah dalam intervensi terkait disparitas harga ini. "Adanya persaingan tidak sehat, karena tidak ada peran pemerintah. Tidak ada instrumen intervensi," tutup dia.


(AHL)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

26 minutes Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA