Meski Kecil, Kenaikan Pertamax Dorong Inflasi

Husen Miftahudin    •    Senin, 01 Jun 2015 14:57 WIB
inflasi
Meski Kecil, Kenaikan Pertamax Dorong Inflasi
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Vitalis Yogi Trisna

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi yang terjadi pada Mei 2015 ini mencapai 0,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,50. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran termasuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,20 persen.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, penyesuaian harga pertamax yang diatur melalui mekanisme harga minyak dunia berpengaruh pula terhadap gejolak inflasi. Meski kecil, sebut dia, kenaikan harga pertamax memiliki andil inflasi di bawah satu persen.

"Pertamax sebetulnya tidak terlalu (berpengaruh terhadap inflasi). Kuncinya itu ada di premium, karena konsumsi masyarakat terhadap BBM untuk rumah tangga kita terhadap premium masih 95 persen," ungkap Sasmito, usai konferensi pers tentang inflasi di kantornya, Jalan Dr Sutomo No 6-8, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2015).

Ia melanjutkan konsumsi masyarakat terhadap BBM jenis pertamax hanya sebesar tiga sampai empat persen, sehingga andil terhadap gejolak inflasinya pun hanya di bawah satu persen. "Pertamax dan Pertamina Dex itu kecil pengaruhnya, tidak terlalu besar," papar dia.

Meski begitu, pihaknya juga memperingatkan kepada pemerintah untuk menjaga harga Pertamax. Pasalnya, konsumsi masyarakat terhadap BBM jenis Pertamax saat ini bergerak terus seiring dengan diferensiasi harga Premium dan Pertamax yang tak terlalu jauh.

"Kita harus menghitung ulang terhadap konsumsi masyarakat terhadap Pertamax karena saat ini banyak masyarakat yang beralih penggunaan bahan bakar dari Premium ke Pertamax. Jika begitu, ini harus jadi perhatian untuk jaga inflasi," pungkas Sasmito.


(AHL)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

13 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA